Selasa, 19 Juni 2018

news flash

681 Lembar Surat Suara Pilgub NTT Nyasar di NTB

Juni 11th, 2018 | by Bonne Pukan
681 Lembar Surat Suara Pilgub NTT Nyasar di NTB
Polkam
0
Foto: Juru bicara KPU NTT, Yosafat Koli

NTTsatu.com – KUPANG – Sebanyak 681 surat suara Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) tercecer hingga ke   Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Tercecernya ratusan surat suara pilgub NTT itu dibenarkan Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT Timur Yosafat Koli. Dia menjelaskan, surat suara pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang tercecer dan nyasar sampai ke Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat berjumlah 681 lembar.

“Surat suara untuk Pilgub NTT yang dikirim ke NTB itu sebanyak 681 lembar dan bukan 4.000 lembar sebagaimana yang diberitakan media,” kata Yosafat Koli kepada wartawan di Kupang, Senin (11/6).

Penjelasan Yosafat Koli ini untuk mengklarifikasi pemberitaan seputar adanya logistik surat suara untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang kesasar ke Kabupaten Sumbawa, NTB. Surat suara yang terceser ke NTT itu sebanyak  dua boks surat suara.

“Jadi bukan 4.000 lembar, tapi 681 lembar. Surat suara ini terselip di dalam kotak surat suara untuk Kabupaten Sumbawa. Kita sedang berkordinasi dengan perusahaan penyedia jasa,” kata Yosafat.

Dia menjelaskan, sesuai temuan bahwa, surat suara untuk Pilgub NTT sebanyak itu terkirim ke NTB hanya sebanyak 678 lembar.

“Jadi total yang terkirim itu 681 lembar yang terselip pada dua kotak atau dua boks. Untuk boks no 81 ada 426 lembar surat suara dan boks nomor 83 terdapat 252 lembar,” urainya.

Terkait langkah yang ditempuh oleh KPU NTT, Yosafat mengatakan, saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti dan komplain ke PT. Temperina Media Grafika.

“Kami juga melakukan koordinasi juga dengan KPU Bali, karena KPU Bali sedang menunggu sortir dari KPU Kota Denpasar, kemudian diklarifikasi ke seluruh daerah termasuk NTB,” ujarnya.

Dia menambahkan, KPU NTT sedang mengecek ke perusahaan percetakan di Surabaya. “Kami sedang koordinasi dan cek ke perusahaan penyedia jasa di Surabaya. Apakah ini karena kesalahan pengiriman atau karena kesalahan lain,” katanya. (bp)

Komentar ANDA?