Jumat, 21 September 2018

news flash

Ada 25 Titik Bencana, Bantuan Baru Empat Titik

Februari 1st, 2018 | by Bonne Pukan
Ada 25 Titik Bencana, Bantuan Baru Empat Titik
Sosbud
0

NTTsatu.com – MAUMERE – Cuaca ekstrim yang menerjang wilayah Kabupaten Sikka beberapa hari ini cukup meresahkan. Sampai dengan Kamis (1/2), tercacat 25 titik bencana yang tersebar di 9 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Sikka baru menyalurkan bantuan tanggap darurat pada 4 titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Muhamad Daeng Bakir yang ditemui di ruang kerjanya Kamis (1/2), menjelaskan 8 kecamatan yang sudah melaporkan kondisi bencana yakni Paga, Tanawawo, Mapitara, Mego, Kangae, Talibura, Nita, Alok Barat, dan Magepanda. Bencana yang terjadi beragam jenis yakni banjir, dan tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang, dan abrasi.
Sementara itu bantuan tanggap darurat yang disalurkan melalui BPBD Sikka dan Dinas Sosial Kabupaten Sikka baru kepada korban di 4 titik yaitu di Waipare Desa Watumilok Kecamatan Kangae, Kabal Desa Wailamung Kecamatan Talibura, Waipare Desa Watumilok Kecamatan Kangae, Desa Nirangkliung Kecamatan Nita, dan Desa Wolorega Kecamatan Paga.
Muhamad Daeng Bakir menjelaskan bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, perlengkapan tidur, perlengkapan dapur, serta family kids. Pemerintah belum menyalurkan bahan-bahan bangunan rumah seperti seng, paku, kayu, dan lain sebagainya.
“Sementara ini bantuan yang sudah disalurkan untuk korban abrasi di Kabal, abrasi di Waipare, dan penanganan kerusakan di Nirangkliung. Menurut laporan dari Kepala Dinas Sosial mungkin akan direncanakan lagi bantuan ke beberapa tempat lain,” jelas Muhamad Daeng Bakir.
Dia menambahkan khusus untuk crossway Dagemage di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 151 juta untuk perbaikan crossway. Dana ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan konstruksi sebesar Rp 128 juta dan sisanya untuk monitoring dan administrasi.
Muhamad Daeng Bakir mengatakan dia baru saja mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Sekretaris Daerah Valentinus Tupen. Rapat ini dihadiri sebanyak 16 pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dalam rangka rencana aksi penanganan bencana yang melanda Kabupaten Sikka.
Forum rapat menyepakati agar BPBD Sikka mengaktifkan kembali posko penanganan darurat bencana. Setiap SKPD terkait diminta untuk proaktif menjemput dan mendata bencana yang terjadi untuk kemudian menginformasikan kepada ke BPBD Sikka melalui posko bencana. Satu keputusan lain dari rakor yakni agar BPBD Sikka dan Dinsos tetap menyediakan logistik, peralatan dan perlengkapan lain untuk penanganan bencana.
Rakor ini juga menyinggung dana penanganan bencana sebesar Rp 934 juta. Dana ini nantinya akan dimanfaatkan untuk penanganan darurat. Khusus untuk pengadaan beras bagi korban bencana, akan disalurkan melalui Dinsos Sikka yang masih memiliki stok sebanyak 10 ton. Dana pengadaan beras akan dialihkan untuk penanganan darurat seperti pengadaan seng dan kebutuhan lain bagi kerusakan rumah dan fasilitas umum.(vic)

Foto: Salah satu rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Desa Persiapan Bu Barat Kecamatan Tanawawo;

Komentar ANDA?