Rabu, 21 Agustus 2019

news flash

Aksi AMMPPERA Soal Awalolong dan Waima Dibubarkan Polisi

April 3rd, 2019 | by Bonne Pukan
Aksi AMMPPERA Soal Awalolong dan Waima Dibubarkan Polisi
Hukrim
0

NTTsatu.com – LEWOLEBA – Lembata kembali diguncang aksi demontrasi yang menuntut penghentian pembangunan tempat wisata di Pulau Siput “Awololong” dab pengusutan dugaan korupsi pembangunan jembatan Waima di Kabupaten Lembata. Aksi ini digelar Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Peduli Rakyat (AMMPPERA) Lembata, Selasa, 02 April 2019. Namun aksi itu tidak dilanjutkan karena dibubarkan aparat kepolisian.

Aksi yang menarik perhatian warga kota Lewoleba itu dilangsungkan  di ruas jalan Trans Lembata depan Taman Kota Swaolsa Titen -Lewoleba, yang dikoordinir Emanuel Boli dan Elfridus Sableku.

Mereka terus menyampaikan orasi mengajak masyarakat Kota Lewoleba untuk bersama bergabung menuju Kuma Resort-Desa Waijarang sebagai titik aksi.

Dalam aksi ini massa menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerinta dan DPRD Lembata dan berbagai pihak.

Foto: Aksi AMMPPERA di Lewoleba, Selasa, 02 April 2019 yang menyoal masalah proyek Awololong dan jembatan Waima

Tujuh tuntutan itu masing-masing:
1. MenuntutDPRD Lembata secara kelembagaan menyatakan sikap menolak pembangunan di Awololong;

2. Menuntut DPRD Lembata gelar Rapat Dengar Pendapat yang menghadirkan Bupati dan Dinas Budpar;

3. Mengalihkan anggaran pembangunan di Awololong untuk membangun infrastruktur dasar;

4. Mendesak Gubernur NTT mengeluarkan pernyataan resmi terkait pembangunan di Awololong;

5. Mendesak Bupati Lembata pertanggungjawabkan hasil proyek jembatan Waima kepada masyarakat;

6. Mendesak Kejari Lembata bersikap profesional dalam penanganan kasus korupsi jembatan Waima.

7. Jika tuntutan tidak dipenuhi dalam waktu 1 Bulan kedepan, maka akan dilakukan aksi besar-besaran oleh Mahasiswa dan masyarakat Lembata dari berbagai elemen baik di Lembata, Kupang dan di Jakarta.

Aksi mereka yang baru dimulai di titik kumpul di jantung kota Lewoleba dengan tujuan aksi di Kuma Resort Waijarang hendak dibubarkan sesuai protap oleh Polres Lembata.

Sebelumnya sempat terjadi aksi saling dorong antara kelompok aksi dengan barikade pihak Kepolisian yang tidak mengizinkan 3 unit kendaraan aksi menuju Kuma Resort, namun kelompok aksi terus ngotot untuk berjalan kaki melanjutkan aksinya ditengah guyuran hujan.

Informasi yang dihimpun media ini, tuntutan melakukan aksi di Kuma Resort Desa Waijarang ditolak pihak Kepolisian  dengan pertimbangan bahwa Kuma Resort merupakan kediaman pribadi Bupati Lembata sehingga STTP aksi tidak diterbitkan.

Kemudian polisi mempersilahkan peserta asi untuk melakukan aksi ke Kantor Bupati Lembata, atau melaporkan secara resmi jika menduga adanya penyimpangan anggaran yang dilakukan Pemkab Lembata baik terhadap ambruknya jembatan Waima maupun terhadap pembangunan di Awololong. (yos/bp)
=====

Foto: Aksi AMMPPERA di Lewoleba, Selasa, 02 April 2019 yang menyoal masalah proyek Awololong dan jembatan Waima

Komentar ANDA?