Minggu, 18 Februari 2018

news flash

Alex – Stef Menuju Kemakmuran Sikka

Februari 12th, 2018 | by Bonne Pukan
Alex – Stef Menuju Kemakmuran Sikka
Polkam
0
Foto: Andreas Hugo Parera, Anggota DPRI PDIP ketika berada di Ruteng, Manggarai

NTTsatu.com  – MAUMERE – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto menitip pesan kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk tidak ragu-ragu memilih Alexander Longginus dan Fransiskus Stephanus Say sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka 2018-2023.

Pasangan dengan tagline Alex-Stef ini merupakan jalan menuju kemakmuran rakyat Kabupaten Sikka.
Hasto Kristianto menyampaikan pesan itu ketika berbicara sekitar 1 jam di depan kurang lebih 1.000 kader PDI Perjuangan se Flores dan Lembata, Jumat (9/2) di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka di Jalan Wairklau. Paling banyak hadir adalah kader dari seluruh anak cabang dan anak ranting PDI Perjuangan Sikka.

“Kepemimpinan di tingkat nasional harus senapas dengan kepemimpinan di tingkat propinsi dan kabupaten. Jika Presiden dari PDI Perjuangan, lalu Gubernur dan Wakil Gubernur NTT juga dari PDI Perjuangan, maka Bupati dan Wakil Bupati Sikka juga harus dari PDI Perjuangan. Karena di situlah jalan menuju kemakmuran. Ada satu napas kebijakan dari pusat hingga daerah,” terang Hasto Kristianto.

Hasto Kristianto mengatakan dia datang ke Maumere dengan membawa pesan khusus dari Megawati Soekarnoputri. Selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati telah mempersiapkan Alexander Longginus secara baik, dan karena itu dalam proses akhirnya merestui pasangan Alex-Stef. PDI Perjuangan, katanya bertanggungjawab dan memberikan dukungan penuh akan kepemimpinan dua figur itu.

“Ibu Mega menitip pesan dan salam untuk seluruh masyarakat NTT, khususnya masyarakat Kabupaten Sikka. Begitu juga Presiden Jokowi yang lahir dari PDI Perjuangan, menitipkan salam perjuangan. Mari kita berjuang bersama-sama, bergotong-royong. Ketuklah pintu-pintu rakyat, datangi mereka, sampaikanlah salam dari Jokowi dan Mega, pilih Alex-Stef,” tegas dia.

Dia menambahkan menjadi pemimpin tidaklah mudah. Pemimpin itu harus kokoh secara ideologis dengan Pancasila. Pemimpin harus memahami prinsip ketuhanan YME. Memahami juga prinsip kemanusiaan, memanusiakan manusia. Pemimpin perlu memahami prinsip persatuan Indonesia, dengan tidak pernah membedakan waga negara.
Menjadi pemimpin, tambahnya, harus menjalankan prinsip musyawarah mufakat. Jika ada masalah maka pemimpin wajib menyelesaikan dengan baik, berembuk mencari jalan keluar. Dan seorang pemimpin, katanya, harus menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Rakyat miskin bagi PDI Perjuangan adalah sama, sama dan sama, tidak boleh dibeda-bedakan. PDI Perjuangan berpihak kepada yang miskin, berpihak kepada yang diperlakukan tidak adil. Itulah politik dalam wajah yang sebenarnya. Dan Alex-Stef memiliki prinsip itu,” kata Hasto.

Hasto Kristianto berada di Maumere untuk memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPD PDI Perjuangan. Rakorwil itu sendiri dibagi dalam tiga zona, untuk wilayah Flores dan Lembata berpusat di Kabupaten Sikka, untuk wilayah daratan Timor berpusat di Kota Kupang, dan untuk wilayah Sumba berpusat di Kabupaten Sumba Barat Daya. (vic)

 

Foto: Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto diterima secara adat di Maumere, Jumat (9/2);

Komentar ANDA?