Rabu, 12 Desember 2018

news flash

Amandus Siap Hadapi Laporan Alex Longginus

Oktober 20th, 2018 | by Bonne Pukan
Amandus Siap Hadapi Laporan Alex Longginus
Hukrim
0

NTTsatu.com -MAUMERE – Alexander Longginus telah melaporkan Amandus Ratason di Polres Sikka dengan tuduhan atau sangkaan Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook. Amandus dan kuasa hukumnya langsung bereaksi meminta Polres Sikka menjelaskan posisi Alex dalam kasus dugaan korupsi proyek Pasar Alok, Maumere.

Laporan Alex  itu Sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/71/VI/2018/NTT/Res.Sikka/Reskrim tanggal 19 Juni 2018. Alexander Longginus menuduh  Amandus Ratason telah melakukan  Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook.

Alexander Longginus yang pada saat itu selaku Calon Bupati Sikka periode 2018 – 2023 yang diusung oleh PDIP dan Partai Gerindra berpasangan dengan Stef Say selaku Calon Wakil Bupati Sikka, merasa terhina dengan kata-kata dari Amandus Ratason di Media Sosial Facebook pada tanggal 15 Juni 2018 yang tertulis  “Drs. Alexander Longginus Pencuri Uang Rakyat”.

“Atas Laporan Polisi tersebut maka Klien kami pernah diperiksa beberapa kali oleh Polres Sikka dan kemarin (tanggal 18 Oktober 2018) Klien kami telah mendapatkan Surat Panggilan Nomor : SP/230/X/2018/Reskrim untuk menghadap ke Polres Sikka pada tanggal 22 Oktober 2018 guna diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (3) Jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tulis penasehat hukum Amandus, Meridian Dewanta Dado.

Dalam rilisnya yang diterima media ini, Sabtu, 20/10/2018 Dado menjelaskan, sejak perkara ini mulai bergulir di Polres Sikka maka kliennya dengan niat serta itikat baiknya pernah berulang kali berusaha menemui Drs. Alexander Longginus guna meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya namun upayanya untuk meminta maaf menemui jalan buntu atau tidak mendapat respon dari mantan Bupati Sikka periode 2003 – 2008 itu sebab yang bersangkutan lebih memilih menempuh penyelesaian via jalur hukum.

Amandus Ratason sungguh menyadari bahwa apa yang ditulisnya di facebook pada bulan Juni 2018 itu didasari oleh suasana diskusi Pilkada Sikka yang panas dan tajam sehingga dirinya secara emosional lepas kontrol dan terjadilah perkara ini. Namun pada pokoknya Amandus Ratason telah secara jujur dan terang-terangan mengakui kesalahannya dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut secara hukum.

Pada sisi lain kami baik selaku Kuasa Hukum dari Amandus Ratadon wajib meminta kepada Polres Sikka untuk memastikan posisi dan status Alexander Longginus dalam kasus tindak pidana korupsi Proyek Penunjukan Langsung Pembangunan Pasar Alok Tahun Anggaran 2006 – 2007 sehingga posisi dan status Alexander di hadapan publik dan di mata hukum tidak multi tafsir dan menjadi jelas atau pasti apakah tetap hanya menjadi saksi dalam kasus korupsi dimaksud ataukah justru bisa menjadi tersangka dan kemudian dipidanakan seperti Zakarias Heriando Siku, ST dan Ir. Barthold da Cunha, M.Eng.

Apabila mengutip Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor : 20/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Kpg tertanggal 10 Agustus 2015 dalam perkara tindak pidana korupsi Proyek Penunjukan Langsung Pembangunan Pasar Alok Tahun Anggaran 2006 – 2007 dengan terdakwa Zakarias Heriando Siku, ST alias Heri Siku maka bunyi Amar Putusannya adalah : “Menyatakan Terdakwa ZAKARIAS HERIANDO SIKU, ST Alias HERI SIKU telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “KORUPSI YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA“ sebagaimana dalam Dakwaan Subsidair”.

Foto: Alexander Longginus, Mantan Bupati Sikka dan juga mantan calon bupati Sikka

Selanjutnya pada halaman 109 Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor : 20/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Kpg tertanggal 10 Agustus 2015 tertera uraian Dakwaan Subsidair yang menyatakan : “Bahwa akibat dari perbuatan terdakwa Zakarias Heriando Siku, ST alias Heri Siku selaku Pejabat Pembuat Komitmen dengan saksi Ir. Barthold da Cunha, M.Eng selaku Pengguna Anggaran maupun Kepala Dinas Kimpraswil Kabupaten Sikka, saksi Drs. Alexander Longginus selaku Bupati Sikka dan sejumlah saksi lainnya telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sesuai hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi NTT Nomor : SR-93/PW 24/5/2014 tanggal 27 Maret 2014 tentang Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas dugaan tindak pidana korupsi dalam Pembangunan Pasar Alok pada Dinas Kimpraswil Kabupaten Sikka tahun 2006 dan 2007.

Isi putusan dalam kasus tindak pidana korupsi Proyek Penunjukan Langsung Pembangunan Pasar Alok Tahun Anggaran 2006 – 2007 inilah sebetulnya yang jadi dasar bagi Amandus  yang awam hukum itu untuk menyebut “Drs. Alexander Longginus Pencuri Uang Rakyat” di Media Sosial Facebook pada moment kampanye Pilkada Sikka waktu lalu. (bp)

=========

Foto: Inilah pasar Alok di kota Maumere, Kabupaten Sikk, Flores NTT yang diduga masih menyimpan masalah

Komentar ANDA?