Sabtu, 20 Oktober 2018

news flash

Atraksi Leo Tenada, Seni Memanah Tradisional dari Lamalou, Flores Timur

Oktober 5th, 2018 | by Bonne Pukan
Atraksi Leo Tenada, Seni Memanah Tradisional dari Lamalou, Flores Timur
Sosbud
0

NTTsatu.com -LARANTUKA – Atraksi Leo Tenada atau Memanah dalam tradisi Masyarakat Lamatou Desa Painapang Kecamatan Lewolema tampil memukau dalam Pembukaan Nubun Tawa Festival Seni dan Budaya Flores Timur 2018 di Kecamatan Lewolema, Jumat, 05 Oktober 2018.

Selain Leo Tenada beragam Atraksi dan tarian seni budaya dari komunitas-komunitas seni yang ada di masyarakat Lewolema ikut memeriahkan Pembukaan Nubun Tawa Festival Seni Budaya Flores Timur di Desa Bantala Kecamatan Lewolema.

Salah satu peserta Leo Tenada dari Desa Painapang, Petrus Tukan menuturkan, Leo Tenada atau Memanah Merupakan sebuah seni memana tradisional yang di jalankan sebagai ungkapan rasa Syukur akan proses pembangunan Koko Padak Bale atau rumah adat juga untuk menguji Keterampilan ataupun ketangkasan bagi anak suku terutama laki-laki apabila berada di Medan perang.

“Sebelum Proses Leo Tenada terjadi terlebih dahulu dilakukan tarian hedung oleh Peserta yang di iringi oleh bunyi gong dan gendang, pesertanya Dari suku Lamahewe sebagai Jutera, yang di nobatkan untuk memanah terlebih dahulu diikuti anak-anak suku lain yang terlibat dalam proses Leo Tenada, ujarnya.

Tokoh Adat Desa Painapang, Gawa Hewen juga menjelaskan Sebelum proses Leo Tenada di jalankan, orang tua Lewotanah dalam kesepakatan bersama menentukan salah satu anak suku, untuk memasang Padu atau objek yang Menjadi sasaran untuk memanah.

“Padu di ibaratkan seorang musuh yang dimanifestasikan dalam Sebuah kayu. Kayu atau padu yang di pasang bukanlah kayu yang asal dipilih namun melalui Sebuah permenungan mendalam, juga merupakan Harga diri seorang anak suku yang memasang padu atau objek, yang dilihat dari cepat atau Lambatnya Anak panah dari peserta yang sudah mengenai, baik Bagian atas, tengah, atau bagian bawah padu Maka Prosesnya berakhir, dengan Kata Lain musuh Sudah dilumpuhkan,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa proses Leo Tenada diawali dengan Pembangunan Koko Padak Bale Atau Rumah adat Lewotanah, Pembangunan Koko Padak Bale dalam hal ini berupa pergantian tiang, pergantian atap korke, atau bubungan atap atau klongot yang sudah lapuk.

Dalam proses pembangunan atap koko padak bale semua anak suku dilibatkan. (Imc/gan)

======

Foto: Para peserta Leo Tenada dengam perlengkapan busur dan anak panah  ketika sedang siap beraksi

Komentar ANDA?