Minggu, 18 November 2018

news flash

Bocah Difabel Meninggal Tertimbun Pasir Bangboler

Agustus 15th, 2018 | by Bonne Pukan
Bocah Difabel Meninggal Tertimbun Pasir Bangboler
Hukrim
0

NTTsatu.com  – Nasib sial dialami SA, 7 tahun, warga Dusun Bangboler Desa Hepang Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Bocah yang tergolong difabel ini ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun pasir di Pantai Bangboler, Selasa (14/8) malam. Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah. 

Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang melalui keterangan pers kepada media ini, Rabu (15/8), menjelaskan, korban ditemukan oleh BL yang adalah ayah kandung korban. Korban dalan keadaan tertimbun pasir dari bagian kepala hingga pinggang. BL hanya melihat celana dan kaki korban.

BL lalu bergegas menggaruk pasir dan menarik korban dari dalam lubang yang diperkirakan kurang lebih 50 meter. Selanjutnya BL membawa korban ke rumah yang letaknya sekitar 150 meter dari lokasi kejadian. Bersama Dominikus Deda, BL langsung membawa korban ke RS Santa Elisabeth Lela.

Dokter jaga dan perawat IGD langsung melakukan pemeriksaan, namun korban tidak dapat tertolong. Menurut keterangan dokter jaga Frans Jeremy, korban sudah meninggal di lokasi kejadian. Dari hasil visum fisik, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Rickson Situmorang menjelaskan, sebelumnya sekitar pukul 17.00, korban sempat mencari tahu keberadaan bapaknya. Dia bertanya kepada ibunya, MY, dengan bahasa isyarat, karena korban tidak bisa bicara. MY menyampaikan bahwa BL, ayah korban sedang mencari ikan di laut. Diam-diam, korban pun menyusul ayahnya ke laut.

Sepertinya saat berada di pesisir pantai, korban bermain-main dengan menggali lubang di pasir. Lubang pasir yang digali cukup dalam, sekitar kurang lebih 50 meter.

Keadaan pasir di tempat kejadian, menurut Rickson Situmorang, berbentuk tebing kecil yang merupakan bentuk alam akibat ombak laut. Diduga, saat korban sedang menggali pasir, tiba-tiba terjadi runtuhan pasir yang menutup bagian kepala hingga pinggang. Tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.

BL yang pulang dari laut sekitar pukul 18.00 Wita, langsung menuju rumahnya. Kali ini justeru dia yang menanyakan keberadaan SA kepada istrinya. MY menjawab kemungkinan sedang bermain, sambil menginformasikan bahwa sebelumnya SA sempat bertanya posisi ayahnya.

Mendapat jawaban dari istrinya, BL segera balik lagi ke pantai. Karena hari menjelang malam, dia membawa juga dengan senter. Setelah mencari-cari di pesisir pantai, akhirnya dia menemukan sendirinya anaknya sedang tertimbun pasir.

Rickson Situmorang menambahkan situasi keluarga korban hingga kini sudah aman terkendali. Keluarga menerima kejadian tersebut, dna menolak untuk dilakukan otopsi. (vic)

 

Foto: Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang

Komentar ANDA?