Minggu, 22 September 2019

news flash

Brigade Meo Serahkan Barang Bukti Video Dugaan Penistaan Simbol Agama oleh UAS

Agustus 21st, 2019 | by Bonne Pukan
Brigade Meo Serahkan Barang Bukti Video Dugaan Penistaan Simbol Agama oleh UAS
Hukrim
0
NTTsatu.com – KUPANG – Kuasa Hukum sebuah organisasi massa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Brigade Meo,  Yacoba Yanti Susanti Seubelan mengatakan telah menyerahkan sejumlah barang bukti terkait dugaan penistaan terhadap simbol agama nasarani ke penyidik Polda setempat yang dilakukan Ustadz Abdul Somad (UAS).
“Kami sudah melaporkan dugaan kasus penistaan simbol agama dan hari ini kami serahkan barang buktinya berupa video yang berisi ucapan (menista) itu,” kata Yacoba ketika di Kupang, Selasa (20/8/2019).

Menurut dia, penyampaian barang bukti itu sebagai bagian dari rangkaian proses hukum yang dilakukan Brigade Meo terhadap UAS. Selain menyerahkan barang bukti itu, lanjut Yacoba, pihaknya juga telah menyediakan sejumlah saksi yang akan dimintai keterangan penyidik demi memperkuat proses hukum yang sedang berlangsung ini.

Dia menjelaskan, dalam video itu jelas terlihat kata-kata yang diucapkan oleh UAS yang sangat menghina simbol agama umat nasarani (katolik dan protestan) berupa salib. “Bagi kami simbol salib itu adalah simbol yang sangat sakral yang melambangkan kematian Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosa, shingga tidak untuk dimain-mainkan,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda NTT Kombes Julest Abraham Abast terpisah menyatakan penyidik segera memeriksa para saksi untuk memberi terang proses laporan ini. Saat ini lanjut bekas Kapolres Manggarai Barat itu prosesnya masih dalam tahapan penyelidikan.

“Saksi-saksi dari para pelapor yaitu brigade Meo akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujar Julest Abraham Abast.

Sebelumnya Brigade Meo resmi melaporkan Ustad Abdul Somad (UAS) kepada penyidik Polda NTT, terkait kasus dugaan penistaan terhadap simbol agama.

Kuasa hukum Brigade Meo Yacoba Yanti Susanti Siubelan mengatakan bahwa ceramah yang dilakukan Ustad Abdul Somad atau UAS sudah meresahkan umat nasarani (katolik dan protestan) di Indonesia bahkan dunia.

Pihaknya yakin betul penegak hukum di jajaran Polda NTT sanggup menangani kasus ini demi tegaknya keadilan dan tetap merekatkan toleransi yang ada di daerah dan negara ini. (*/bp)

Komentar ANDA?