Selasa, 11 Desember 2018

news flash

Bupati Robby: Dalam 100 Hari Pertama Maumere Harus Bersih dari Sampah

Oktober 6th, 2018 | by Bonne Pukan
Bupati Robby: Dalam 100 Hari Pertama Maumere Harus Bersih dari Sampah
Polkam
0
Foto: Bupati Sikka Roby Idong ketika memantau sejumlah tempat pembuangan sampah liar dalam kota Maumere, Kamis, 04 Oktober 2018

NTTsatu.com – MAUMERE – Ketika melakukan blusukan ke beberapa titik pembuangan sampah liar di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis, 04 Oktober 2018, Bupati Sikka  Fransiskus Roberto Diogo menyatakan, niat Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat dan indah tanpa sampah berseliweran. Dalam waktu 100 Hari Pertama Maumere Harus Bersih dari Sampah.

Niat yang juga menjadi kerinduan dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Maumere itu mulai direalisir Bupati Robby dengan memantau secara langsung atau lako-lalong atau blusukan ke beberapa titik pembuangan sampah secara liar di wilayah Kecamatan Alok, Kota Maumere.

Titik-titik tersebut adalah Crossway Kalimati, kawasan sekitar Kompleks Taman Doa Patung Kristus Raja, daerah depan Pelabuhan Laut L. Say, dan daerah sepanjang jalan depan rumah jabatan Pimpinan DPRD Sikka.

“Saya perlu melihat secara langsung tempat-tempat ini untuk menyusun rencana secara lebih tepat tentang cara mengelola sampah sekaligus cara menata drainase Kota Maumere. Kita ingin Kota Maumere bebas sampah dan bebas banjir dalam 100 Hari Pertama di masa abdi kami,” kata Bupati yang karib disapa Robby Idong itu.

 

Dibuang oleh Oto Plat Merah

Di crossway kalimati itu juga, Bupati berbicara dengan beberapa warga masyarakat yang  kebetulan lewat. Salah satunya Ibu Kadijah, yang melapor para pembuang sampah liar di tempat itu.

“Saya lihat biasanya malam-malam itu orang datang buang sampah di sini pake oto, Pak. Ada juga yang pakai oto plat merah,” tutur Kadijah.

Bupati Robby tampak terkejut dengan laporan warga itu. Secara spontan, Bupati mengatakan akan menyiapkan petugas penjaga.

“Nanti di sini kita tempatkan pemantau. Dia akan foto siapa-siapa saja yang suka buang sampah di sini. Pengusaha atau pejabat, saya akan ambil tindakan,” kata Bupati Robby.

Dalam melaksanakan blusukan lako-lalong itu, Bupati Robby didampingi Camat Alok, Pedro Rodriquez, S.Sos, M.Si; Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka, Even Edomeko, S.Fil; Sekcam Alok Absalon Parera, S.Sos; dan Lurah Kota Uneng, Ignas Depa.

 

Kristus Raja Tak Boleh Lagi Jadi Muara Banjir

“Di titik ini biasanya air got meluap ke jalan, dan sampah-sampah yang dibuang liar itu penuh di sekitar kawasan ini,” lapor Camat Alok, Pedro Rodriquez sambil menunjuk got mampet di sisi Timur pagar Kompleks Patung Kristus Raja.

Menurut Bupati, got di situ harus digali lebih dalam dan lebih lebar serta menyambung ke arah Kali mati, sehingga tidak menimbulkan banjir di area tersebut.

“Kawasan Taman Doa Kristus Raja ini area yang mestinya bersih, indah, dan beraura spiritual. Karena itu tidak boleh lagi daerah ini menjadi muara banjir,” tegas Bupati.

Rencana pembuatan drainase yang tersambung ke kali-kali yang besar juga disebutkan Bupati Robby saat meninjau got mampet penuh sampah di depan kantor Syahbandar Pelabuhan L. Say, dan di depan rujab Pimpinan DPRD Sikka.

“Drainase Kota Maumere akan kita bangun pelan-pelan, dengan target 2020 harus selesai. Kita mesti bisa menciptakan Kota Maumere sebagai kota bebas banjir dan sampah,” tandas Bupati Robby. (even/hms setda sikka)

Komentar ANDA?