Kamis, 18 Juli 2019

news flash

Calon Jemaah Haji, Jangan “Selfie” dengan Unta hingga Tips Cegah “Heat Stroke”

Juli 4th, 2019 | by Bonne Pukan
Calon Jemaah Haji, Jangan “Selfie” dengan Unta hingga Tips Cegah “Heat Stroke”
Polkam
0

NTTsatu.com – KUPANG – Musim haji tahun 2019 akan segera datang. Jutaan calon jemaah haji dari berbagai belahan dunia akan menunaikan rukun Islam yang kelima di Tanah Suci.

Kementerian Kesehatan mulai menyampaikan sejumlah imbauan agar jemaah terhindar dari beragam risiko terkait kesehatan selama menjalankan ibadah. Imbauan itu di antaranya, mencegah MERS dengan cara tak melakukan swafoto atau mendekati unta, hingga tips agar terhindar dari heat stroke.

  1. Hindari MERS dengan tak selfie atau mendekati unta Ilustrasi unta dan jemaah haji Ilustrasi unta dan jemaah haji(Shutterstock.com) Untuk menghindari penularan virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang berasal dari binatang gurun unta, Kemenkes hanya menyarankan satu hal, yakni tidak mendekati binatang berpunuk itu.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Eka Jusup Singka menyampaikan hal itu melalui siaran langsung di Instagram, Selasa (2/7/2019). Tidak mendekati unta Eka mengimbau para jemaah haji agar tidak mendekati unta atau berswafoto dengan jarak dekat. Hal ini semata-mata untuk meminimalisasi potensi penularan virus MERS.

“Larangan itu lebih kepada jangan dekat-dekat unta. Kalau selfie kan pasti dekat ya. Unta adalah salah satu binatang yang ada di Timur Tengah dan ditengarai ada penyakit yang ditularkan melaluinya,” kata Eka.

Sebenarnya, tidak hanya unta. Masih ada beberapa jenis binatang lain yang juga bisa menyebarkan virus ini. Oleh karena itu, demi keselamatan bersama, Eka mengimbau para jemaah menaati segala imbauan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. “Risikonya jauh lebih berat,” kata dia.

  1. Tips terhindar dari “heat stroke” Heat stroke merupakan gangguan kesehatan yang timbul akibat habisnya cairan elektrolit dalam tubuh karena mengalami penguapan. Gangguan kesehatan ini bisa menyebabkan peredaran darah berhenti, otak tidak berfungsi, dan berhentinya pasokan oksigen.

Jika seseorang sudah mengalaminya, biasanya dia akan terjatuh dan sulit tertolong. Oleh karena itu, penting memerhatikan hal-hal berikut. Hindari sengatan panas langsung Eka Jusup Singka mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menghindari sengatan panas secara langsung.

“Pakai payung. Kemudian jangan pergi jalan, langsung kena sinar matahari,” kata Eka.

Ia menekankan, hal ini adalah salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para jemaah untuk menyiasati suhu tinggi yang akan ditemui selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Dinginkan badan Tips selanjutnya, mendinginkan badan atau anggota tubuh yang paling banyak terpapar sinar matahari, seperti wajah dan kepala. Untuk menjaga kelembaban wajah, bisa dengan cara menyemprotkan air secara teratur.

Sementara, untuk mendinginkan kepala, bisa dengan meletakkan handuk kecil yang sudah dibasahi.

“Semprot mukanya, basahi mukanya, bawa air. Saya kalau berangkat ibadah haji, kalau ketemu masjid, itu handuk saya basahi. Saya taruh di kepala sampai nanti kering,” papar Eka.

Perbanyak minum air putih Terakhir, tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari heat stroke adalah dengan memperbanyak minum air putih. Hal ini masih berkaitan dengan suhu panas dan cepat habisnya cairan elektrolit dalam tubuh.

Akan tetapi, tidak semua orang dizinkan untuk mengonsumsi banyak air minum. Salah satunya adalah penderita gagal ginjal. “Untuk orang yang gagal ginjal, karena minumnya harus sedikit sebaiknya kita tunda keberangkatannya (di musim selanjutnya),” ujar dia. (*/bp)

Komentar ANDA?