Selasa, 15 Oktober 2019

news flash

CERMIN KEHIDUPAN

Oktober 3rd, 2019 | by Bonne Pukan
CERMIN KEHIDUPAN
Opini
0

*) Thomas Tokan Pureklolon

( New Spirit Nenuk 2 ).

SEBUAH cermin yang nampak di hadapan kita sudah tentu tidak akan bisa menampakkan apa yang ada di belakangnya. Ia hanya menampakkan apa yang ada di depannya. Sebagai afirmasi, yang ada di hadapannya, itulah yang akan ditampakkan.

Dari cermin tersebut kita bisa belajar banyak hal tentang ilmu, bagaimana sebuah refleksi diri mulai dibangun.

Cermin yang ada di hadapan kita, tidak mungkin bisa mengubah diri kita. Dia hanya bisa mengingatkan dan menunjukkan kesalahan dan keburukan diri kita sendiri untuk bisa dikoreksi secara tenang dengan cara apa pun yang kita mau, bukan yang orang lain mau.

Dalam menghadapi setiap problem kehidupan apa pun, kita pun tengah menunjukkan siapa kita sebenarnya. Apa yang kita pikirkan, yang kita ucapkan, dan apa pun yang kita aktivitaskan, sesungguhnya sedang mempertunjukkan secara terang- benderang siapa kita sesungguhnya.

Jika kita berpikir dan bertutur kata secara positip maka pola pikir dan segala tutur kata tersebut pun akan terus mencerminkan diri kita. Begitu pun sebaliknya…

Kehidupan yang sedang dijalani sekarang pun adalah cerminan diri. Yang kita lakukan saat ini pun, walau tidak dilihat atau tidak disaksikan siapa pun, juga sesungguhnya sedang mencerminkan siapa diri kita sesungguhnya.

Saat kita berbicara benar, baik dan indah dan juga melakukan hal yang benar, baik dan indah, kita pun sedang mencerminkan diri kita seperti itu secara semeatinta. Begitu pun sebaliknya….

Adalah sungguh konyol dan terus ego, kalau kita tidak mau bercermin pada kehidupan kita sendiri..

Orang yang egoisnya tingkat tinggi dalam kenyataannya, adalah orang yang terus menerus melihat keburukan orang lain; siapa pun, yang pada saat yang sama tidak ia sadari (karena ditutup egoisnya tingkat tinggi), bahwa ia sedang melihat keburukan diri sendiri yang dipantulkan lewat cermin diri.

Sebelum kita melakukan apa pun terhadap orang lain, berkacalah terlebih dahulu; karena cermin tidak akan berbohong dan terus menampakkan apa yang sedang ada di hadapannya

Beginilah; sudah seharusnya kita merawat cermin kehidupan kita agar menjadi bersih dan bisa terlihat jelas mana yang yang benar,mana yang baik, dan mana yang indah.

Kalau yang benar, baik dan indah; ada secara bersamaan itu baru tanda bahwa cermin kehidupan kita sudah mulai beranjak perlahan menjadi baik.

Mari Sahabatku semua yang sempat meluangkan waktu untuk menyimak tulisanku ini:
“Berkaca sebelum berkata”.

Jakarta, 3 Oktober 2019.

=======

*) Penulis Dosen di Jakarta 

Komentar ANDA?