Selasa, 19 Juni 2018

news flash

Di Malaka, Viktor Janji Tidak Akan Mengkhianati Harapan Rakyat

Juni 7th, 2018 | by Bonne Pukan
Di Malaka, Viktor Janji Tidak Akan Mengkhianati Harapan Rakyat
Polkam
0
Foto: Cagub NTT, Viktor Laiskodat diterima warga saat akan menggelar kampanye dialogis di kecamatan Rinhaat dan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu, 6 Juni 2018

NTTsatu.com – MALAKA – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah sekian lama masih berkutat dengan sejumlah persoalan, karena itu mereka harus segera bangkit menggapai kesejahteraan. Saat mengunjungi warga Kecamatan Rinhaat dan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Viktor Laiskodat Calon Gubernur NTT menyatakan niat mereka untuk membangun NTT dan tidak akan pernah mengkhianati harapan rakyat itu.

Spirit kebangkitan yang digelorakan Victory-Joss menuju NTT yang sejahtera, menjadi harapan seluruh rakyat NTT. Dan harapan itu tidak akan pernah dikhianati oleh pasangan Viktor Laiskodat-Yosef Nae Soi  yang diusung Nasdem, Golkar, Hanura dan PPP ini.

Viktor dan Yosef yang selama kampanye keluar masuk desa-desa terpencil, selalu mengingatkan bahwa mereka tidak akan mengkhianati kepercayaan dan harapan rakyat yang mau bangkit untuk sejahtera.

Niat mereka itu kembali digelorakan Viktor Laiskodat dalam kampanye dialogis di Desa Boen dan Neat, Kecamatan Rinhaat, juga di Desa Umalos, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu, 6 Juni 2018.

Dalam kampanye itu, banyak warga yang menitip harapan dan meminta agar jika Victory-Joss menang bisa memperhatikan masalah infrastruktur jalan, jembatan, air dan listrik, juga masalah pendidikan, termasuk nasib guru-guru honor.

“Pemimpin harus mampu mengakses kepentingan rakyat untuk bisa bangkit dan sejatera. Sekarang saya sudah datang bertemu bapa ibu, maka apa yang menjadi keluhan dan harapan akan kita penuhi. Saya tidak akan khianati kepercayaan dan harapan rakyat NTT. Sebab saya hadir untuk membawa NTT menjadi semakin bermartabat,” kata Viktor Laiskodat.

Ia mengatakan, semua keluhan rakyat akan terjawab jika rakyat memberikan mandat kepada Victory-Joss pada 27 Juni 2018. “Saya mau kita harus menang besar agar menjadi kekuatan untuk menyelesaikan semua masalah di NTT. Kita tidak bisa bangkit dan sejahtera kalau pemimpinnya tidak punya hati dan kepedulian kepada rakyat,” katanya.

Menurut dia, ke depan akan dibuka balai latihan kerja atau trainning center untuk mempersiapkan tenaga kerja yang trampil dan punya skill untuk semua aspek. “Setelah Victory-Joss menang, kita langsung rekrut tenaga kerja untuk dilatih agar anak muda kita bisa punya lapangan kerja. Anak-anak muda yang kreatif dan trampil akan kita siapkan dengan baik,” katanya, dan menambahkan, “Victory-Joss hadir untuk selesaikan semua persoalan NTT juga merubah cara pandang rakyat dalam membangun”.

Tokoh masyarakat Rinhaat, Petrus Bria, dalam sapaannya mengaku bangga karena mendukung calon gubernur dan wagub yang datang membawa kesejukan bagi seluruh rakyat NTT. “Kami warga Rinhaat sudah komit untuk memenangkan paket Victory-Joss karena paket ini yang terbaik untuk NTT. Kami tim di desa sudah kerja keras,” kata mantan kepala desa Tafuli ini.

 

Setahun Masalah Batas Lotas Selesai

 

Sementara dalam kampanye di Naet, Kepala Desa Lotas Maria Teresia Toli mengangkat masalah tapal batas Lotas antara TTS dan Malaka yang hingga saat ini belum terselesaikan. “Kami pasti memilih Victory-Joss tapi kami minta bapa tolong selesaikan masalah batas Lotas. Kami warga bingung mau ikut pemerintahan yang mana, apakah TTS atau Malaka. Karena kami makan di Malaka tapi bayar pajak ke TTS. Jadi bapa kalau sudah jadi gubernur, tolong selesaikan masalah batas Lotas ini,” harap Kades Lotas.

Menjawab pertanyaan ini, Cagub Viktor mengatakan, berlarut-larutnya masalah batas Lotas karena lemahnya kepemimpinan NTT saat ini. “Kalau saya sudah jadi gubernur, maka masalah batas Lotas kita selesaikan dalam waktu satu tahun. Masa masalah batas saja tidak bisa selesaikan, bagaimana mau urus masalah lainnya di NTT,” tegas Viktor.

Viktor menambahkan, gubernur di wilayah perbatasan apalagi ada dua negara di Pulau Timor, harus sosok yang punya wawasan internasional dan mampu menganaliasa dan menyelesaikan setiap persoalan di daerah perbatasan. (tim media)

Komentar ANDA?