Kamis, 26 April 2018

news flash

Di Tengah Hujan Lebat, Seorang Ibu dan 2 Balita Terlantar di Pertokoan

Januari 11th, 2018 | by Bonne Pukan
Di Tengah Hujan Lebat, Seorang Ibu dan 2 Balita Terlantar di Pertokoan
Sosbud
0
Foto: Seorang ibu dan dua anak di bawah lima tahun ditemukan terlantar di pusat pertokoan, tampak seorang warga sedang mengenakan pakaian pada salah satu anak ibu itu, Rabu (10/1)

NTTsatu.com – MAUMERE–Rabu (10/1) sejak siang hingga malam hari Kota Maumere diguyur hujan lebat. Di tengah itu, sekitar pukul 18.00 Wita beberapa warga menemukan seorang ibu bersama dua anak di bawah lima tahun (balita) terlantar di pertokoan, tepatnya di depan Toko Kalimas Maumere.

Perempuan berusia 34 tahun ini berdiri saja di depan Toko Kalimas sambil menggendong anak perempuan yang berusia 2 tahun tanpa mengenakan celana. Sementara anak perempuan yang satunya lagi berusia 5 tahun dibiarkan duduk di emperan toko.

Awalnya warga mengira ibu dan dua anak ini terjebak hujan. Namun setelah didekati ternyata ibu ini mengaku hendak pulang ke kampung tapi sudah tidak dapat kendaraan. Perempuan ini mengaku berasal dari Desa Pruda Kecamatan Waiblama, yang jarak tempuh dari Kota Maumer sekitar 60-an kilometer.

Warga yang prihatin dengan ibu dan 2 balita ini kemudian membelanjakan pakaian buat anak-anaknya. Kebetulan saat itu masih ada beberapa toko yang melayani pembelanjaan. Ada juga warga yang sempat memberikan makanan dan sedikit uang transport.

Ada lagi warga yang menawarkan ibu dan 2 balita ini menginap di rumah warga. Tapi tawaran warga ditolak oleh ibu yang kemudian diketahui bernama Yasinta Du’a’. Padahal dia sendiri mengaku tidak punya keluarga di Kota Maumere.

Yosefin Alphina, salah seorang warga Kota Maumere akhirnya berhasil mengajak ibu ini ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka. Staf Kantor Departemen Agama ini meminta bantuan tetangganya yang membawa mobil operasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka. Sebelumnya Yosefin Alphina sempat membeli beberapa potong pakaian dan juga makanan untuk ibu dan 2 balita tersebut.

Menurut Yosefin Alphina beberapa waktu lalu ibu ini sempat mendatangi Kantor Depag untuk meminta bantuan dengan alasan ekonomi. Sejumlah pegawai sempat memberikan sedikit uang. Bahkan waktu itu diupayakan juga mengantar langsung ibu ini ke Pruda.

Disaksikan media ini, ibu dan dua balita itu dinaikkan ke mobil operasional KPU Sikka di tengah hujan yang masih lebat. Kantor Dinas Sosial saat itu sudah tutup, hanya ada beberapa anggota Tagana yang masih bertugas. Media ini sempat menghubungi Kepala Dinas Sosial dan Sekretaris Dinas Sosial, namun handphone dua pejabat ini dalam keadaan tidak aktif.

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata Yasinta Du’a berada di Kota Maumere sejak Selasa (9/1). Dia ke Kota Maumere dengan maksud berbelanja. Rupanya dia tidak bisa kembali ke Pruda karena tidak mendapat tumpangan kendaraan.

Pihak kepolisian yang akhirnya mengetahui persoalan ibu ini, kemudian mengamankannya. Jadilah pada Selasa (9/1) malam Yasinta Du’a bersama dua anaknya menginap di rumah Kapolsek Alok Messakh Hetharie. Pada Rabu (10/1) Kapolsek Alok sempat memberikan dia uang transport untuk kembali ke Pruda. Mesakh Hetharie yang dihubungi Rabu (10/1) malam sempat terkejut mengetahui ibu ini belum kembali ke Pruda.

Informasi lain menyebutkan belum lama ini Yasinta Du’a dan dua anaknya sempat diantar pulang dengan kendaraan operasional Dinas Sosial ke Pruda. Saat itu pegawai Dinsos mengingatkan dia agar tidak boleh lagi menelantarkan diri di Kota Maumere.

Yasinta Du’a mengaku memiliki seorang suami yang berasal dari Kefamenantu, Timor Tengah Utara. Suaminya sedang dalam masalah hukum di Kefamenanu, Kabupaten TTU. (vic)

Komentar ANDA?