Jumat, 6 Desember 2019

news flash

DIES NATALIS KE II, AML-KUPANG GELAR PENTAS SENI BUDAYA LEMBATA

November 17th, 2019 | by Bonne Pukan
DIES NATALIS KE II, AML-KUPANG GELAR PENTAS SENI BUDAYA LEMBATA
Pendidikan
0

NTTsatu.com – KUPANG – Peringatan Dies Natalis ke II, Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML) – Kupang menggelar acara pentas seni dan budaya yang bertajuk “ Mura Rame Spesial Dies Natalis ke II ”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 12 November 2019 bertempat di Aula Taman Budaya Gerson Poyk, dimulai pada pukul delapan malam.

Dalam kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Asosiasi Mahasiswa Lembata Kupang tapi juga dihadiri oleh rekan-rekan Organisasi Kepemudaan dan para tamu undangan.

⁹Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan seperti, Tarian Baleo dan Paji Demong, Musikalisasi Puisi, Stand Up Comedy dan Live Acoustik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga ikut di meriahkan oleh Mateus Tiba yang merupakan salah satu alumni kontestan Liga Dangdut Indonesia dan juga penampilan Musikalisasi Puisi oleh Bento Kedang, Ibrahim dan Ketrin Lamabelawa.

Tarian baleo merupakan salah sau mata acara yang ditampilkan oleh anggota sanggar tari AML-Kupang. Tarian baleo secara umum menggambarkan tentang budaya Leva Naung orang-orang dari desa Lamalera, Lembata.

Tarian ini menggambarkan bagaimana masyarakat Lamalera mencari nafkah dengan berburu ikan paus di laut yang luas dan ganas untuk menghidupi keluarga dan orang-orang disekitar mereka (janda dan yatim piatu). Saat tarian tersebut ditampilkan, penonton sangat terpukai dengan kesakralan dari tarian tersebut.

Selain tarian Baleo tersebut, sanggar tari AML-Kupang juga menampilkan tarian Paji Demong yang mengisahkan tentang peperangan dua bersaudara yaitu Paji dan Demong yang terpecah akibat politik Devide Et Impera Belanda pada masa lalu. Ditengah-tengah peperangan hadirlah perempuan-perempuan Lamaholot dengan kelembutannya yang mampu melerai pertikaian antara kedua bersaudara tersebut.

“Budaya tradisional kian hari semakin mengalami kemerosotan akibat banyaknya budaya-budaya luar yang masuk. Oleh karenya, AML-Kupang melalui event Dies Natalis ini menampilkan tarian daerah sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya tradisional.” Ucap Agustinus Lelangayaq selaku Ketua Panitia Dies Natalis ke II.

“Tidak hanya pada momen ini kedepannya AML akan terus melaksanakan kegiatan yang mengangkat budaya tradisional”. Tegas Thomas Kalang selaku Kepala Bidang Seni dan Budaya.

Dalam sambutan yang dibawahkan oleh Obet Lewotobi selaku senior AML-Kupang, ia mengatakan bahwa sebagai sebuah organisasi kita harus mampu untuk mandiri.

“Merefleksikan perjalanan AML-Kupang selama dua tahun terakhir, saya bisa mengatakan bahwa kemandirian adalah dasar sebuah organisasi. Dengan mandiri suatu organisasi tidak pernah diam, dengan mandiri suatu organisasi tidak akan pernah mati. Karena kita bisa berdiri dan berjalan diatas kaki sendiri maka dengan sendirinya menghilangkan ketergantungan kita terhadap orang lain dalam beraktivitas dan menjalankan roda organisasi.” katanya.

Diakhir kata sambutan itu, dia juga mengajak seluruh teman-teman keluarga besar AML-Kupang untuk bisa menjadikan AML-Kupang sebagai rumah untuk belajar bagaimana terus berinovasi dalam menghadapi persaingan global di era industry teknologi ini.

Yana Laliehaq selaku Ketua Umum Asosiasi Mahasiswa Lembata Kupang menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada teman-teman OKP atas dukungan dan kebersamaan selama ini.

“Dengan kehadiran teman-teman disini sudah menegaskan akan keberadaan AML-Kupang. Terimakasih juga kepada teman-teman AML-Kupang atas kerja keras kita bersama sehingga mampu melahirkan adik-adik angakatan kedua dan ketiga. Terimakasih saya sampaikan kepada adik-adik angkatan kedua dan ketiga, karena telah mempercayakan AML-Kupang sebagai tempat untuk belajar. Tetap bersama-sama di dalam keluarga ini dan teruslah berproses serta marilah kita sama-sama menjaga agar rumah ini tetap ada dan jaya selalu”, tuturnya.

Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan harapannya untuk keberlangsungan AML Kupang. “Harapannya kedepan, semoga Asosiasi Mahasiswa Lembata Kupang bisa  menjadi organisasi yang lebih mandiri lagi dan teman-teman OKP selalu bersama kami dan menjalin hubungan yang baik dengan kami untuk mencapai kesuksesan bersama.” pungkasnya. (*/tim)

Komentar ANDA?