Jumat, 21 September 2018

news flash

Genangan Air di Kali “Maut” Akibat Pengerukan Material

Maret 13th, 2018 | by Bonne Pukan
Genangan Air di Kali “Maut” Akibat Pengerukan Material
Hukrim
0
Foto: Inilah Kali Watubepin yang menjadi maut bagi dua anak karena ditemukan tewas tenggelam pada Minggu (11/3)

NTTsatu.com – MAUMERE– Kali Watubepin di Kelurahan Madawat Kecamatan Alok kini tercacat sebagai kali “maut”. Dua anak jadi korban meninggal setelah mandi di genangan air yang membentuk seperti kolam kecil. Genangan air itu akibat terjadinya pengerukan material di kali tersebut.

Sejumlah warga yang sempat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (11/3), menjelaskan mulanya lebar kali hanya beberapa meter saja. Namun beberapa bulan terakhir, ada bagian tertentu yang makin lebar karena aktifitas pengerukan material. Masyarakat belum mengetahui identitas perusahaan  yang melakukan pengerukan material di kali “maut” itu.

Pantauan media ini, ada bagian kali di sebelah timur yang lebarnya tidak seberapa. Di permukaan kali tampak batu-batu. Kedalaan air pun tidak lebih dari 20 centimeter. Tepian kali terlihat dataran. Menurut informasi, biasanya masyarakat mengambil air atau mencuci pada bagian kali ini.

Setelah bagian ini, kali mulai melebar ke samping kiri dan kanan akibat pengerukan material. Di situ terdapat batu-batu besar yang sepertinya sengaja ditumpuk di bagian tengah kali. Beberapa meter ke depan dari tumpukan batu, ada baket exavator yang sudah tidak terpakai. Baket exavator yang bisa kelihatan, mengandaikan di bagian itu kedalaman air pun tidak seberapa.

Di bagian kiri kali yang sudah digaruk, terlihat genangan air yang telah membentuk seperti kolam. Di tempat itulah Carla dan Nick ditemukan tewas tenggelam. Kedalaman genangan air ini mencapai 175 centimeter, diduga karena pengerukan material.

Media ini sempat berdiri di atas tebing yang letaknya di sebelah kiri kali, tidak jauh dari genangan air yang membentuk kolam. Warga masyarakat sempat mengingatkan untuk berhati-hati karena struktur tanah di tebing sangat lembut. Rupanya bagian bawah tebing sudah berongga karena bekas garukan exavator. Jika tidak hati-hati, atau beban tebing terlalu berat, bisa menimbulkan longsoran dan langsung terjatuh ke kali.

Dari tebing ini, bisa terlihat secara jelas perbedaan antara lebar kali yang asli dengan lebar kali setelah pengerukan. Dari tempat ini juga media ini bisa melihat sebuah exavator yang diparkir di sebelah luar areal kali. Menurut warga, exavator tersebut dalam keadaan rusak.

Media ini masih mencari tahu perusahaan yang melakukan pengerukan di kali tersebut. Tidak terdapat satu petunjuk pun di sekitar areal kali yang bisa mengarah kepada identitas perusahaan pengerukan kali. Seorang narasumber sempat menyebutkan dua nama perusahaan.

Sebagaimana diberitakan, Carla (10 tahun), siswi Kelas 4 SDK Bahktyarsa Maumere, dan Nick (4 tahun), ditemukan tewas tenggelam di Kali Watubepin, Minggu (11/3). Dua korban ini adalah tetangga, yang tinggal berdekatan di Jalan Wairklau Lirinkelan, sebelah atas Gereja Karmel Maumere. Rumah orang tua korban saling berhadapan, persis di samping jalan menuju Lirinkelan. Selain tetangga, orangtua korban adalah kakak beradik sepupu.

Hingga kini belum diketahui penyebab meninggalnya Carla dan Nick. Berbagai informasi beredar tentang peristiwa ini. Pihak kepolisian masih terus mencari informasi yang pasti dari saksi-saksi yang dianggap mengetahui peristiwa ini. Carla adalah anak seorang anggota polisi, yang kini ditugaskan sebagai pengawal pribadi salah seorang komisioner di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sikka.

Informasi yang dihimpun media ini, Carla bersama Nick pergi ke kali mengikuti Tanta mereka yang hendak mencuci pakaian di kali. Masyarakat sekitar sering mencuci pakaian di situ. Debit air di kali cukup besar menyusul hujan beberapa hari terakhir ini. Jarak antara kali dengan rumah korban sekitar 400-500 meter, melewati kebun masyarakat dan rumput ilalang yang tinggi.

Menurut informasi, perempuan tersebut sibuk mencuci pakaian pada bagian kali yang masih kelihatan rata. Sementara dua korban mandi-mandi di bagian kali yang banyak tergenang airnya. Dugaan sementara kedua korban berdiri di tebing lalu melompat ke genangan air yang kedalamannya 175 centimeter. Kemungmkinan korban tenggelam karena tidak tahu berenang. (vic)

Komentar ANDA?