Sabtu, 20 Januari 2018

news flash

Inilah Kronologis Romo Mar ditemukan di Surabaya

Januari 10th, 2018 | by Bonne Pukan
Inilah Kronologis Romo Mar ditemukan di Surabaya
Hukrim
0
Foto: Romo Yohanes Martinus Rada, Ocarm pose besama keluarganya di depan salah satu rumah, foto ini sempat jadi viral menyusul informasi keberadaannya di Denpasar

NTTsatu.com – MAUMER– Berita tentang ditemukannya Romo Yohanes Martinus Rada, Ocarm menjadi viral. Komisaris Komisariat Ordo Karmel Indonesia Timur Romo Yohanes Don Bosco Djawa, O.Carm dalam pertemuan dengan Tim SAR Maumere, Selasa (9/1) mengungkapkan kronologis ditemukannya Imam yang dikabarkan diduga hilang di Pantai Wairi’i Desa Kolisia Kecamatan Magepanda pada pertengahan Desember 2017 lalu.

Media ini mendapatkan kronologis ditemukannya Romo Mar melalui pesan WhatssApp yang dikirim peserta pertemuan dan tatap muka antara perwakilan keluarga dengan Tim SAR Maumere. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor SAR Maumere guna mengklarifikasi kebenaran keberadaan Romo Mar.

Informasi tentang jejak keberadaan Romo Mar diketahui dari seorang perempuan bernama Okta dari Malang. Ibu ini secara tidak sengaja melihat seseorang di penyeberangan Gilimanuk pada Sabtu (30/12/17). Orang yang dilihat itu mirip dengan foto yang diposting pada facebook. Postingan itu dari keluarga Romo Mar yang menyebutkan orang dalam foto tersebut dikabarkan hilang.

Okta kemudian menginfomasikan ini ke keluarga Romo Mar di Ende, sebagaimana nomor telepon yang tertera pada postingan. Keluarga di Ende baru menyampaikan informasi dari Okta kepada Elisabeth Arina Rupa Rada, kakak  sulung Romo Mar pada Sabtu (6/1). Kebetulan saat itu Elisabeth sedang berada di Denpasar. Dia baru saja dari Maumere, dan hendak kembali ke Waingapu Sumba Timur.

Atas informasi itu, Elisabeth langsung berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Nita. Dia diarahkan untuk meminta bantuan polisi terdekat guna memastikan informasi tersebut sekaligus mengecek CCTV yang berada di tempat penyeberangan.

Bersama polisi, Elisabeth bergegas ke Gilimanuk, dan berkoordinasi dengan ASDP setempat. Oleh ASDP setempat ternyata diketahui di penyeberangan itu tidak terdapat CCTV baik di dermaga penyeberangan maupun di kapal penyeberangan.

Gagal mendapat petunjuk, Elisabeth mencoba membuka email miliknya untuk mengecek email yang masuk. Dia menemukan ada surat elektronik yang dikirim Romo Mar. Tidak ada keterangan kapan surat elektronik tersebut dikirim. Dalam surat elektronik itu Romo Mar mengabarkan posisinya sedang berada di satu tempat di Surabaya.

Keesokan harinya, Minggu (7/1) pukul 09.30 Wita Elisabeth langsung terbang ke Surabaya. Dengan menggunakan taksi dia menyusuri tempat yang disebutkan Romo Mar. Dia berhasil menemukan tempat yang dicari, yakni sebuah kost yang tersembunyi.

Saat pertama kali ditemui, Romo Mar dalam keadaan ketakutan dan kebingungan, di mana kondisi fisik dan psikisnya sangat drop. Siang itu juga sekitar pukul 13.00 Wita, Elisabeth dan Romo Mar terbang ke Bali. Karena kondisi cuaca yang kurang bagus, mereka baru tiba di Denpasar pada pukul 19.00 Wita.

Malam harinya pukul 22.45 Wita, Elisabeth mengirim pesan via sms kepada Romo Yohanes Don Bosco bahwa keluarga akan mengirim utusan ke Komisariat untuk bertemu Romo Yohanes Don Bosco secara langsung guna menyampaikan telah ditemukannya Romo Mar.

Pada Senin (8/1), pukul 07.30 Wita kakak kandung laki-laki Romo Mar bersama kakak sepupunya bertemu Romo Yohanes Don Bosco di Komisariat Karmel. Keduanya menyampaikan ditemukannya kembali Romo Mar. Setelah itu Romo Mar bersama utusan keluarga menuju Polsek Nita untuk menyampaikan hal yang sama sekaligus mencabut laporan orang hilang.

Karena Kapolsek Nita sedang tidak berada di tempat, infornasi tentang ini disampaikan kepada Kanit Reskrim Polsek Nita. Kanit Reskrim sudah mengetahui terlebih dahulu karena sebelumnya sudah mendapat informasi melalui Elisabeth.

Romo Yohanes Don Bosco mengatakan saat ini Romo Mar sedang berada di Denpasar bersama keluarganya. Keluarga telah berinisitif membawa Romo Mar ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan, karena secara fisik membutuhkan penanganan khusus.

Hingga saat ini belum diketahui alasan atau pun motivasi Romo Mar “menghilangkan” diri, bahkan sampai diduga tenggelam di Pantai Wairi’i. Kondisi Romo Mar masih labil dan ketakutan, sehingga belum bisa digali keterangan yang lebih jauh lagi.* (vic)

Komentar ANDA?