Sabtu, 23 Februari 2019

news flash

Istri di Malaysia, Anak Kandung Jadi Budak Seks Ayahnya

Februari 5th, 2019 | by Bonne Pukan
Istri di Malaysia, Anak Kandung Jadi Budak Seks Ayahnya
Hukrim
0

NTTsatu.com – KUPANG – Pengakuan mengejutkan dari IJM (14), siswi pada sebuah SMP di Kota Kupang bahwa selama beberapa tahun ini dia telah menjadi korban pelampiasan birahi dari JM (43) yang adalah ayah kandungnya sendiri.

Istri JM sudah lama menjadi tenaga kerja indonesia (TKI) di Malaysia. JM yang berprofesi tukang ojek dan sering minum mabuk itu akhirnya tega menjadikan anak perempuannya yang masih di bawah umur itu sebagai budak seks selama bertahun-tahun. Ini dilakukan dengan ancaman dan tekanan.

Siswi SMP ini tak mampu menolak, karena selain diancam, JM selalu melakukan tindakan bejat itu dalam kondisi mabuk minuman keras (miras). Aksi bejat JM terhadap anak kandungnya sendiri itu telah berlangsung lama. sejak sang mama pergi merantau di Malaysia.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH melalui Kanit PPA Bripka Brigita Usfinit, Selasa (5/2/2019) menuturkan, berdasarkan pengakuan korban, dalam setiap bulan ia dipaksa dan diancam harus melayani birahi ayahnya lebih dari dua kali. Dan itu katanya telah berlangsung lama.

“Pengakuan korban, setiap kali ayahnya pulang dalam keadaan mabuk maka ia dipaksa untuk membuka celananya dan melayani ayahnya. Kejadian itu berlanjut setiap bulan dan sudah terjadi dalam waktu yang lama,” ungkap Brigita.

Brigita melanjutkan, kejadian itu dilakukan oleh pelaku JM di dalam kamar kos yang mereka tempati di daerah Oebufu, Kota Kupang.

Sedang, RP ibu korban yang juga istri pelaku kata Brigita telah lama pergi merantau untuk menjadi TKI di Malaysia.

Korban bercerita, jika ayahnya pulang dalam keadaan mabuk maka akan membangunkan korban dan menyuruhnya membuka celana. Korban yang tidak mau akan dipaksa dan dan ditarik paksa celana pendek serta celana dalamnya kemudian menyetubuhi korban.

Kejadian naas ini terkuak ketika korban menceritakan apa yang ia alami kepada ibunya melalui telepon.

Ibunya yang kaget kemudian menelpon saudaranya untuk melihat kondisi IJM.
Saat dikunjungi itu, ia kemudian menceritakan apa yang telah diperbuat ayahnya selama ini.

Pamannya itu kemudian membawa korban untuk melaporkan ayahnya ke Polres Kupang Kota.

“Laporan itu sudah masuk sejak bulan November 2018 dan saat ini sedang kita tangani,” kata Brigita.

Sebelumnya, pada Senin (4/2/2019), Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH mengatakan, YM terancam 15 tahun penjara karena disangkakan melanggar pasal 81 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. (poskupang.com/bp)

====
Foto; Ilustrasi

Komentar ANDA?