Selasa, 11 Desember 2018

news flash

Kader PKK dan Kader Posyandu Harus Profesional

September 18th, 2018 | by Bonne Pukan
Kader PKK dan Kader Posyandu Harus Profesional
Kesehatan
0

NTTsatu.com -KUPANG – Hari ini, Selasa, 18 September 2018, 22 Kabupaten/Kota meriahkan jambore Kader PKK dan Kader Posyandu tingkat NTT haun 2018, Selasa (18/09) di alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Jambore kali ini mengusung thema “Dengan jambore kader PKK dan kader Posyandu tahun 2018 kita tingkatkan profesionalitas kader untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga”.

Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nai Soi dalam sambutannya, menyampaikan, Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat, serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar dan sosial dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Posyandu merupakan perpanjang tangan puskesmes yang memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja posyandu sangat ditentukan oleh keberadaan dan peran para kader posyendu dan kader PKK.

Menurutnya, NTT dikenal dengan provinsi termiskin ke-3 Nasional, sebenarnya Kita tidak miskin dan kita tidak bodoh hanya akses saja yang kurang, sehingga dengan adanya kader PKK dan Kader Posyandu di lapangan memberikan kontribusi yang berharga untuk menghilangkan julukan Provinsi termiskin dan terbodoh ini.

“Peran kader PKK dan Posyandu tidak hanya terbadas dalam pemberian pelayanan namun juga menggerakan kegiatan anggota posyandu, sehingga mereka mampu memberikan pelayanan yang baik kepada ibu dan anak secara terus menerus. Posyandu juga dituntut untuk mampu menyediakan informasi kesehatan secara lengkap dan mutakhir sehingga menjadi central kegiatan kesehatan masyarakat,” tegas Josef.

Pihaknya berharap, Posyandu harus menjadi forum komunikasi, ahli teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat dari oleh dan untuk masyarakat juga sebagai pusat informasi kesehatan ibu dan anak (posyandu roles as mothers and children health information center).

Acara pembukaan Jambore kader PKK dan Posyandu tingkat NTT tersebut di ikuti oleh 22 Kabupaten/Kota dengan tarian khas dan yel-yel masing-masing Kabupaten/Kota. Hadir ketua PKK Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTT, Nara Sumber kegiatan jambore dan Ketua PKK  masing-masing Kabupaten/Kota, dan 352 orang peserta Jambore. (amb/gan)

Komentar ANDA?