Minggu, 18 November 2018

news flash

Kantor Bupati Sikka Dikerjakan Hanya 78 Persen Lebih

Juni 25th, 2018 | by Bonne Pukan
Kantor Bupati Sikka Dikerjakan Hanya 78 Persen Lebih
Ekbis
0

NTTsatu.com – MAUMERE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka telah menurunkan tim pengawas teknis internal untuk menghitung realisasi fisik pekerjaan proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere. Dari hasil perhitungan, diketahui megaproyek miliaran rupiah itu hanya dikerjakan 78 persen lebih. 

Kepala Dinas PUPR Thomas Agustinus Lameng yang dihubungi di ruang kerjanya Kamis pekan lalu menjelaskan hasil perhitungan teknis tersebut akan dikirim ke Inspektorat Kabupaten Sikka. Nantinya pihak Inspektorat akan menurunkan tim untuk melakukan audit terhadap proyek ini. Hasil audit Inspektorat merupakan final untuk memastikan berapa realisasi fisik proyek pembangunan Kantor Bupati Sikka.

Thomas Agutinus Lameng mengatakan tim pengawas teknis Dinas PUPR Sikka hanya menghitung fisik riil pada bangunan dengan nilai proyek Rp 29.040.000.000. Pihak kontraktor pelaksana yang juga hadir pada saat itu sempat melakukan protes karena tim pengawas teknis tidak menghitung material onside.

“Tim hanya menghitung volume yang terpasang, dan itu hasilnya 78 persen sekian. Satu dua hari ini saya akan serahkan hasil perhitungan kepada Inspektorat. Kita harapkan Inspektorat segera turun melakukan audit,” jelas Thomas Agustinus Lameng.

Terkait protes dari pihak kontraktor pelaksana, Thomas Agustinus Lameng berpendapat sah-sah saja. Dia sudah mempersilahkan kontraktor pelaksana membawa hasil perhitungan teknis versi kontraktor pelaksana sebagai perhitungan pembanding pada saat audit dari Inspektorat.

Sebelumnya kontraktor pelaksana mengklaim telah melakukan pekerjaan fisik sebesar 91 persen sesuai perhitungan konsultan pengawas.

Sebagaimana diketahui proyek pembangunan Kantor Bupati Sikka dikerjakan oleh PT Palapa Kupag Sentosa dengan sistem multiyears. Namun hingga jatuh tempo pada 28 Desember 2017, kontraktor pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Bahkan dengan tambahan waktu selama 50 hari pun kontraktor pelaksana tidak mampu menyelesaikan oekerjaan.

Uniknya, kontraktor pelaksana justeru meninggalkan pekerjaan tanpa pamit sejak pertengahan Februari 2018 lalu. Saat angkat kaki ke Kupang, realisasi fisik mencapai 91% dan realisasi keuangan 73%.

Menurut Thomas Agustinus Lameng, kontraktor pelaksana mengaku kesulitan uang sehingga terpaksa meninggalkan pekerjaan. (vic)

 

Foto: Proyek Pembangunan Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere;

Komentar ANDA?