Kamis, 18 Oktober 2018

news flash

Kasus Tembak di SMP Muhammadiyah, Diduga Pelaku Gunakan Senapan Angin

April 25th, 2018 | by Bonne Pukan
Kasus Tembak di SMP Muhammadiyah, Diduga Pelaku Gunakan Senapan Angin
Opini
0

NTT satu.com  – MAUMERE – Tim Laboratorium dan Forensik Cabang Denpasar turun ke lokasi penembakan di SMP Muhammadiyah di Kecamatan Kangae, Selasa (24/4). Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Labfor menyimpulkan sementara diduga pelaku menggunakan senapan angin.

“Setelah kami cek dengan alat tes, kemungkinan pelaku menggunakan senjata yang bukan standar. Mungkin senjata seperti untuk menembak burung. Yah, senapan angin dengan kaliber hampir kurang lebih 5,5 milimeter,” terang Kombes Pol Ir Koesnadi M.Si, Kepala Labfor Cabang Denpasar.
Koesnadi bersama Iptu I Kadek Susantra tiba di lokasi kejadian perkara sekitar pukul 15.00 Wita, didampingi Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Bobby J. Mooynafi. Keduanya langsung menuju Ruang III, lokasi peristiwa penembakan yang terjadi pada Senin (23/4). Kanit Identifikasi Polres Sikka Bripka David Jeradu membantu proses olah TKP.
Seperti disaksikan media ini, Tim Labfor dibantu Tim Identifikasi melakukan beberapa kegiatan di lokasi kejadian, seperti mengukur lubang kaca yang tertembus peluru, mencari selongsong peluru, mengukur jarak gedung dengan jalan, serta merentangkan benang untuk memperkirakan posisi pelaku saat menembak.

Koesnadi sempat memeriksa seluruh bangku dan meja di dalam ruangan. Namun dia tidak menemukan selongsong peluru. Dia mengatakan peluru yang digunakan sangat lembut, sehingga tidak menembus dinding tembok pada ruangan kelas. Koesnadi kuatir selongsong peluru mengenai sepatu siswa.

Kepada media ini, Koesnadi menerangkan bahwa benar terjadi penembakan. Dia menduga pelaku penembakan berada di luar tembok sekolah, dengan posisi diperkirakan ketinggian 30 centimeter dari tembok sekolah.

Kalau dari hasil olah TKP awal, betul ada tembakan dari luar tembok. Yang menembak dari luar tembok. Setelah kita pakai tali, mungkin (posisi) di atas ketinggian dari tembok, antara 30 centimeter. Orangnya di atas tembok,” terang Koesnadi.

Aparat kepolisian masih terus menyisir pemukiman rumah penduduk untuk mendapatkan informasi tentang adanya warga masyarakat sekitar yang menggunakan senapan angin. Media ini sempat memperoleh informasi bahwa polisi telah mengamankan senapan angin milik warga. Namun Kapolsek Kewapante Iptu Petrus Kanisius yang dikonfirmasi membantahnya. Dia mengatakan belum ada senjata atau senapan angin yang diamankan aparat kepolisian.

Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa penembakan ini. Hingga saat ini, belum ada satu pihak pun yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa penembakan tersebut.  (vic)

 

Foto: Kepala Labfor Cabang Denpasar Koesnadi dibantu Kanit Identifikasi David Jeradu sedang melakukan olah tempat kejadian perkara kasus penembakan di SMP Muhammadiyah, Selasa (24/4);

Komentar ANDA?