Minggu, 19 Agustus 2018

news flash

Keluarnya Titiek Sebagai Momentum Terwujudnya “Golkar Bersih”

Juni 12th, 2018 | by Bonne Pukan
Keluarnya Titiek Sebagai Momentum Terwujudnya “Golkar Bersih”
Polkam
0
Foto: Tatiek Soeharto

NTTsatu.com – KUPANG – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Salestinus menegaskan, mundurnya Titiek Soeharto bahkan Tommy Soeharto dari Partai Golkar tidak boleh disesali melainkan harus disyukuri dan harus dipandang sebagai momentum terwujudnya “Golkar Bersih”.

“Peristiwa politik ini  harus dilihat bahwa sudah pasti akan menurunkan beban politik psikologis bagi seluruh kader Partai Golkar ibarat duri dalam daging sudah tercabut, sehingga dengan demikian Partai Golkar bukan saja tanpa beban mengusung tagline “Golkar Bersih, Bersatu dan Bangkit”, akan tetapi juga bagi Masyarakat khususnya Kader Golkar dapat mengembangkan partisipasi atau peran kontrol sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana diamanatkan oleh TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998; tanpa hambatan politik dan psikologis apapun lagi, apalagi Partai Golkar merupakan salah satu motor dalam melahirkan TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 dimaksud,” ,” tulis Salestinus dalam rilisnya yan diterima media ini, Selasa, 12 Juni 2018.

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (11/6/2018). Mengatakan, keluarnya Tatiek dari Partai Golkar sama sekali tidak berpengaruh pada Partai ini.

“Saya sudah mendengar Ibu Titiek Soeharto mendeklarasikan kepindahannya ke Partai Berkarya. Tentu kami sangat menyesalkan kepindahan tersebut karena memang beliau salah satu kader perempuan terbaik Partai Golkar,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (11/6/2018).

Ace mengungkapkan Ketum Golkar Airlangga Hartarto tak diberi tahu oleh Titiek soal rencana pindah partai. Dia meyakini Titiek akan digantikan tokoh lainnya.

“Partai Golkar tentu tidak terganggu oleh pindahnya Ibu Titiek. Masih banyak kader Partai Golkar yang lain. Pindah satu, akan datang kader Partai Golkar yang lebih banyak lagi.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menyoroti pernyataan Titiek yang mengkritik Golkar. Menurut Ace, pernyataan Titiek hanya sebagai pembenaran manuver pindah partai.

“Soal alasan kepindahan, itu hak beliau untuk mengungkapkan berbagai alasannya. Itu alasan subjektif beliau. Dukungan Partai Golkar kepada Pak Jokowi bukan berarti kita dalam posisi asal bapak senang. Keputusan itu sudah diambil dalam mekanisme organisasi,” ulas Ace.

Sebaiknya lanjut Ace,  jika memang berniat pindah, tak perlu menjustifikasi untuk mencari pembenaran atas langkah-langkah yang dilakukannya.

“Partai Golkar memiliki banyak kader yang siap menggantikan Ibu Titiek Soeharto,” pungkas Ace. (*/mus/bp)

Komentar ANDA?