Kamis, 26 April 2018

news flash

Laiskodat: Jangan Ada Lagi TKI Pulang Kampung Dalam Peti Mati

April 7th, 2018 | by Bonne Pukan
Laiskodat: Jangan Ada Lagi TKI Pulang Kampung Dalam Peti Mati
Polkam
0
Foto: Massa yang sedang menerima kedatangan calon gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Kodi

NTTsatu.com – SUMBA BARAT DAYA – Masalah perdagangan manusia di daerah ini  memang harus menjadi prioritas penanganan ke depan. Karena itu calon gubernur NTT, Viktor Laiskodat bertekad akan membantu menyelesaikan masalah ini sehingga tidak ada lagi tenaga kerja Indonesia (TKI)_ asal NTT kembali ke kampung halamannya dalam  peti mati.

“Jangan ada lagi anak-anak kita dari NTT yang pulang dalam peti mati hanya karena mereka tidak memiliki ketrampilan dan pendidikan yang cukup sebagai bekal saat bekerja di negeri orang. Tugas kita kedepan adalah melatih mereka dengan skil yang memadai,” kata Viktor Laiskodat saat melakukan kampanye di Desa Waeha, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu, (7/4/2018).

Viktor mengatakan, segala bentuk penyiksaan hingga berujung kematian yang dilakukan oleh majikan terhadap TKI lantaran ketrampilan yang kurang memadai dan pendidikan yang tidak cukup yang dimiliki oleh seorang ketika hendak pergi menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Oleh sebab itu jika masyarakat NTT memberinya kesempatan bersama Josef Nae Soi untuk memimpin NTT maka berbagai fasilitas untuk menunjang ketrampilan anak-anak  NTT akan dibangun di mana-mana. Demikian juga dengan fasilitas pendidikan, tidak hanya sarana formal tapi juga informal.

“Saya sudah punya posisi penting di Senayan yakni sebagai Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI.Posisi ini sangat strategis tapi kenapa saya memilih pulang ke NTT. Saya datang karena NTT miskin, saya datang karena kebodohan masih membelenggu rakyat NTT. Karena itu saya datang dengan Josef Nae soi untuk mengubah keadaan yang membuat kita dipermalukan di tingkat nasional. Hanya pemimpin yang memiliki hati dan jujur serta berani yang akan mampu membawa rakyatnya menuju sebuah kesejahteraan. Anak-anak kita keluar negeri sudah banyak yang pulang dalam peti mati. Hal ini tidak terlepas dari pemimpin. Jika Tuhan berkenan dan rakyat NTT memberikan kepercayaan maka saat saya pimpin NTT jangan ada lagi Peti mati dari Luar negeri karena kita bodoh,” tegas Viktor.

Di hadapan warga yang hadir saat kampanye terbatas itu, Viktor terus menegaskan komitmen perjuangan mereka untuk membangun NTT dengan sepenuhy hati. Mereka berdua sudah tidak memikirkan apa-apa lagi dari jabatan ini, karena yang menjadi konstrasi mereka adalah membangun daerah yang sangat kaya raya ini agar bisa mensejahterakan rakyat NTT. (tim media)

Komentar ANDA?