Kamis, 24 Mei 2018

news flash

Marianus Sae Kena OTT, PDIP Apresiasi KPK  

Februari 12th, 2018 | by Bonne Pukan
Marianus Sae Kena OTT, PDIP Apresiasi KPK   
Hukrim
0
Foto: Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira;

NTTsatu.com – MAUMERE  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bakal calon Gubernur NTT yang diusung PDI Perjuangan dan PKB Marinaus Sae, Minggu (11/2). PDI Perjuangan pun langsung memberikan apresiasi atas tugas dan fungsi komisi antirasuah itu.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP) melalui siaran pers yang diterima media ini usai penangkapan Marianus Sae, menyebutkan PDI Perjuangan memberikan dukungan kepada pihak penegak hukum untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

“Sebagai partai yang mendukung penuh pemberantasan korupsi, kami memberikan apresiasi kepada KPK yang telah melaksanakan OTT terhadap Saudara Marianus Sae. Karena bagaimana pun dengan tertangkapnya Marianus Sae sebelum penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum, menutup yang bersangkutan untuk melaksanakan praktik korupsi yang lebih jauh lagi,” tulis politisi asal Kabupaten Sikka itu.

AHP menambahkan akan lebih buruk situasinya jika Marinaus Sae sudah ditetapkan menjadi Calon Gubernur atau bahkan terpilih dan kemudian melakukan korupsi. Jika itu yang terjadi, hematnya, akan lebih menyusahkan rakyat NTT ke depannya.

“PDI Perjuangan selalu menghendaki pemimpin atau kepala daerah yang bersih dan melaksanakan pemerintahan dengan prinsip good and clean governance,” tambah anggota Komisi I DPR RI itu.

AHP mengatakan DPP PDI Perjuangan akan segera melakukan pengecekan status keanggotaan Marianus Sae apakah sebagai anggota partai yang sah dengan memegang kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan. Apabila ditemukan Marianus Sae adalah anggota sah pemegang KTA PDI Perjuangan, maka yang bersangkutan otomatis dipecat dari keanggotaan partai.

AHP mengetahui Marianus Sae pernah menjadi Ketua PAN Kabupaten Ngada, yang kemudian mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan untuk mengikuti proses seleksi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Dalam proses itu, Marianus Sae didukung oleh PKB. Dan kemudian bersama bakal calon Wakil Gubernur Emi Nomleni yang merupakan kader PDI Perjuangan, ditetapkan sebagai bakal calon.

Dalam rilisnya, AHP menjelaskan dia memperoleh informasi tertangkapnya Marianus Sae dari berbagai media online. Saat itu justeru dia baru tiba di Jakarta, setelah mengelilingi NTT selama tiga hari bersama Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto untuk melakukan konsolidasi memenangkan pasangan Marianus Sae dan Emi Nomleni.

Ironinya, kesan AHP, selama tiga hari itu, di Maumere, Kupang, dan Weetabula, dia tidfka bertemu dengan Marianus Sae, kecuali Emi Nomleni yang setia mendampingi AHP dan Hasto Kristianto. Pada Sabtu (10/2), Hasto sempat meminta AHP menghubungi Marianus Sae via telepon selular maupun short message service (sms), namun sama sekali tidak ada respon dari Marianus Sae. (vic)

Komentar ANDA?