Senin, 22 April 2019

news flash

Masyarakat Lembata Harus Tolak Proyek Awololon

Februari 9th, 2019 | by Bonne Pukan
Masyarakat Lembata Harus Tolak Proyek Awololon
Ekbis
0
Foto: Koordinator FORDATA, Yohanes Kia Nunang

NTTsatu.com – KUPANG -Forum Pemuda Lembata (FORDATA) terus menggalang kekuatan seluruh masyarakat Lembata untuk menolak rencana membangun restoran terapung di Awololon, pulau siput di teluk Lewoleba  kabupaten Lembata.

“Untuk menggalang dukungan masyarakat Lembata agar menolak rencana pemerintah itu, FORDATA mengundang siapa saja untuk mengikuti pertemuan pada Hari Minggu tanggal 10 Pebruari  2019 jam 15.00 Wita dengan agenda rekonsiliasi dan konsolidasi semua elemen gerakan dalam penolakan pembangunan restoran terapung itu,” kata Koordonator FORDATA, Yohanes Kia Nunang.

Dihubungi media ini melalui jaringan telepon dari Kupang ke Lewoleba, Sabtu, 09 Pebruari 2019 malam Yohanes Kia Nunang menjelaskan, pertemuan besok juga untuk menandatangani petisi diatas kain putih sepanjang 5 meter yang sudah disiapkan di Sekretariat Fordata di Eropaun Lewoleba. Beberapa orang sudah menandatanganinya hari ini, Sabtu (9/2/2019)

“Setelah pertemuan besok, kami juga akan turun ke desa_desa dan meminta tandatangan para tokoh masyarakat tokoh adat dan tokoh agama  di desa-desa sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan ini. Kami juga menyiapkan dokumen lainnya untuk dibawah ke Jakarta karena warga Jakarta asal Lembata sedang menunggu kami untuk menyampaikan perjuangan ini kepada berbagai pihak di Jakarta,” tandas Kia Nunang

 

 

 

 

 

 

 

Foto: Sejumlah warga Lmbata sudah menandatangani petisi di atas kain putih sepanjang n5 meter yang disiapkan FORDATA di sekretariatnya

Lebih lanjut Kia Nunang menyampaikan bahwa, bukan saja masyarakat melakukan penolakan tetapi masyarakat juga menghendaki agar aparat penegak hukum segera menelusuri anggaran 80% yang di duga telah dicairkan karena ini uang negara, uang Rakyat.

“Kami minta aparat penegak hukum proaktif menelusuri dana proyek sebesar Rp 7 miliar itu dimana kabarnya, dari total dana itu sudah 80 persen dicairkan untuk pengadaan material terkait proyek itu,” tegasnya sambil meminta kesediaan masyarakat Lembata untuk menghadiri pertemuan penting besok sore itu. (bp)

Komentar ANDA?