Minggu, 21 Oktober 2018

news flash

Mengapa Harus Mencoblos Victory-Joss Paket Nomor 4

Juni 13th, 2018 | by Bonne Pukan
Mengapa Harus Mencoblos Victory-Joss Paket Nomor 4
Polkam
0
Foto: Pasangan Cagub dan cawagub NTT Nomor Urut 4: Viktor Laiskodat dan Yosef Nae Soi

Sejumlah hal positif yang dimiliki pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT yang diusung Partai Golkar, NasDem dan Hanura serta didukung oleh PPP yakni Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef A. Nae Soi yang tampil dengan tagline politik Victory-Joss dengan nomor urut 4. Berikut ini disajikan beberapa alasan, mengapa masyarakat NTT diajak untuk memilih pasangan ini.

 

Fakta NTT Saat ini

 

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini diberi beberapa predikat buruk yang sekiranya menggambarkan kondisi faktual NTT.

  1. NTT merupakan provinsi termiskin ketiga tingkat nasional. Penduduk miskin di NTT sebanyak 21,38 persen dari lima juta lebih penduduk NTT, meliputi; masalah makanan, yang tidak memiliki rumah, tidak bisa mengakses pendidikan dan layanan kesehatan. Posisi jawara 3 termiskin ini tetap dipertahankan NTT sampai hari ini.
  2. NTT merupakan provinsi dengan kualitas pendidikan rendah. Masih ingat polemik tanggapam menteri pendidikan terkait Laporan Program for International Students Assesement (PISA) yang menempatkan Indonesia pada ranking yang rendah, kemudian mengkambing hitamkan NTT? Ya.. kita benar-benar terluka atas pernyataan tersebut. Namun adalah penting untuk berpandangan positif atas pernyataan tersebut, bahwasannya saat faktual jika melihat pendidikan di NTT bermasalah baik itu persoalan alokasi anggaran, sarana/prasarana penunjang, ekonomi dan kondisi geografis kita.
  1. NTT merupakan provinsi terkorup keempat tingkat nasional. Posisi ini mempertegas kondisi ironis bahwa “kita sudah miskin, kualitas SDM rendah, uangnya dikorupsi pula”. Konstruksi politik dan birokrasi kita yang lemah dalam mengelola uang rakyat secara efektif dan efisien. Alhasil, sebagian uang rakyat dicuri untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu.

Inilah masalah-masalah yang mencekik masyarakat NTT hari ke hari. Ini pula masalah-masalah yang pada akhirnya menempatkan NTT pada posisi buntut dalam Hadirnya negara untuk menjawabi kebutuhan masyarakat.

Persoalan NTT adalah masalah kepemimpinan

Jika mengevaluasi kepemimpinan di NTT maka berbagai persoalan yang telah disebutkan sebelumnya tidak terlepas dari peran pemimpin yang seyogianya mampu mengelola NTT ini menuju propinsi yang maju, bersih dan sejahtera. Untuk, dibutuhkan ketegasan seorang pemimpin dalam menghadapi masalah, mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, serta memiliki kekuatan jaringan dalam solusi konkret yang langsung dinikmati masyarakat.

Kepemimpinan NTT bukan soal agama apa atau suku apa

Bukan jadi hal yang dirahasiakan lagi bahwa politik dalam peta pilkada di NTT masih mengedepankan peta suku dan agama. Sering kita jumpai pernyataan seperti “pilih gubernur orang kita dan agama kita”. Atau juga selalu ada pertanyaan “Calon A orang atau dan agama apa?”. Hari ini kita rasakan sendiri bagaimana kondisi faktual NTT: Termiskin, terbodoh, terkorup. Oleh karena itu, kita tegaskan Tidak ada hubungan antara Gubernur-WaGubernur dengan harus beragama A atau suku A dalam pelayanan publik di bumi Pancasila.

Pancasila yang sudah final dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai Sila Keadilan Sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia sudah menggambarkan pembangunan yang bukan melihat suku apa dan agama apa.

Lantas, siapa itu VICTOR B. LAISKODAT-JOSEF N. SOI?

Victor B. Laiskodat adalah seorang politisi yang sebelumnya merupakan anggota DPR RI dari NTT. Kemampuan yang dimilikinya mengantarkan beliau menjadi seorang ketua fraksi partai NasDem di DPR RI. Sosok yang dikenal tegas dan tidak neko-neko dalam keputusan membuat dirinya menjadi salah satu politisi yang diperhitungkan tingkat nasional.

Josef N. Soi adalah seorang politisi senior. 2 periode menduduki kursi DPR RI dari partai Golkar tentu mengukir prestasi yang dirasakan masyarakat. Sebut saja salah satu fakta nyata, program PPIP yang membuka akses infrastruktur pedalaman sehingga hari ini masyarakat desa menikmati jalan, air minum dan infrastruktur lainnya. Lain lagi, UU Desa yang kemudian menegaskan posisi penting desa hari ini merupakan buah dari kerja seorang Josef N. Soi.

Keduanya merupakan putra terbaik yang dipunyai NTT, milik masyarakat NTT. Keduanya memiliki sejumlah kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi untuk membawa NTT keluar dari zona keterbelakangan. Keduanya memiliki jaringan yang bukan saja dilevel nasional, akan tetapi jaringan kerja lintas negara yang seyogianya dibutuhkan dalam melepas masyarakat NTT dari cekikan kemiskinan.

Soal korupsi, yakinlah bahwa Victory-Joss sudah selesai dengan dirinya sendiri. Kemampuan ekonominya yang sudah diatas rata-rata tidak membuat 2 sosok putra NTT ini tergiur pada orientasi mencuri uang rakyat. Hal ini sudah dibuktikan dalam rekam jejak pengabdiannya sebagai pelayan publik tak pernah disebut ataupun terlibat dalam permainan maling uang rakyat. Dan jikapun ada pertanyaan mengapa mereka bertindak jujur pada uang rakyat, maka jawabannya adalah niat dan komitmen pada perubahan.

Victor dan Josef: pulang ke NTT karena panggilan Allah, Arwah dan Alam untuk mengabdi dan lakukan perubahan di tanah NTT

Sekali lagi, Victor dan Josef sudah selesai dengan dirinya. Mereka sudah selesai dengan berbagai prestasi yang mereka raih atas kerja keras dan totalitas perjuangan hidupnya. Mereka sudah selesai dengan segala penghargaan atas karya-karya yang mereka toreh selama ini. Mereka sudah selesai dengan segala kemampuan intelektualnya untuk melakukan berbagai perubahan di Indonesia. Mereka berdua menjadi bagian yang tak terpisahkan dari arah peradaban pembangunan Indonesia dalam kepemimpinan Indonesia saat ini.

Namun, ada hal yang mengganjal dalam hati mereka. Apapun prestasi mereka, jabatan yang mereka duduki, pengaruh yang mereka punyai, toh propinsi dari mana mereka berasal terbelakang, termiskin, terbodoh, dan terkorup. Bagaimana rasa seorang anak, ketika mampu dengan sejumlah prestasi toh rumahnya dirampok, rumahnya kumuh, miskin, kualitas kesehatannya rendah.

Inilah panggilan jiwa oleh Allah, Arwah Leluhur dan Alam NTT. Inilah panggilan untuk pulang untuk perangi kemiskinan, kebodohan, dan korupsi yang menyengsarakan masyarakat NTT. Inilah saatnya membawa masyarakat NTT yang kaya raya alamnya pada sebuah kemerdekaan yang sesungguhnya.

Kita bosan dengan janji, tidak muak dengan segala tipu daya. Apalagi berbagai modus mendapatkan kekuasaan dikemas dalam mantra-mantra perubahan dan bahasa kesejahteraan. Cukup sudah kita diberi makan janji. Bukti yang Victor dan Josef sudah tunjukan dalam rekam jejak pengabdian mereka ditambah kemampuan dan jejaring kerja yang sudah mereka punyai saat ini sudah menegaskan bahwa kepada siapa mandat kuasa memimpin NTT harus rakyat berikan.

Adalah berkat rahmat berlimpah dari Allah, Arwah Leluhur dan Alam bagi rakyat NTT jikalau pada tanggal 27 Juni 2018 masyarakat NTT melahirkan Victor B. Laiskodat dan Josef N. Soi sebagai pemimpin baru bagi NTT tercinta. Coblos Nomor 4 di TPS kita masing-masing pada hari pencoblosan nanti untuk sebuah komitmen bersama; Kita Bangkit, Kita Sejahtera, Kita Menang.

Terima kasih. Semoga Allah, Arwah Leluhur dan Alam NTT menyertai kita. Salam Victory-Joss, Coblos Nomor 4. (tim media/bp)

Komentar ANDA?