Selasa, 12 Desember 2017

news flash

Ini Dugaan Alasan Martha Hedo Tinggalkan Bayinya di Rumah Sakit

Desember 6th, 2017 | by Bonne Pukan
Ini Dugaan Alasan Martha Hedo Tinggalkan Bayinya di Rumah Sakit
Kesehatan
0
Foto: Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Engeline Esther sempat menggendong bayi hidrosafulus di Ruang NICU, Senin (4/12), sebelum bayi ini dititipkan ke Biara Susteran Alma Maumere

NTTsatu.com – MAUMERE –  Nama Martha Hedo spontan menjadi perbincangan di seputar BLUD TC Hillers Maumere. Perempuan berusia 33 tahun ini menjadi topik diskusi, usai meninggalkan bayi yang baru dia lahirkan di rumah sakit itu. Pelbagai spekulasi tentang alasannya meninggalkan bayi pun mulai muncul. Alasan yang paling kuat adalah faktor aib.

Perempuan yang dalam data medis beralamat di Wolomarang ini, diketahui mendatangi rumah sakit pada Jumat (24/11) tanpa didampingi keluarga. Bahkan dia tidak didampingi suaminya. Dia ke rumah sakit didampingi bidan dengan modal rujukan dari Puskesmas Wolomarang.

Siapa keluarga perempuan ini hingga sekarang masih misteri. Dalam data medis, hanya menyebutkan seorang nama dengan status keluarga terdekat. Orang yang disebutkan itu bernama Abdul, beralamat di Bebeng Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.

Informasi menyebutkan perempuan ini pernah tinggal di rumah Abdul selama satu bulan terakhir. Dia bertemu dengan Abdul di atas sebuah kapal. Keduanya sama-sama dari Makasar menuju Maumere. Karena mengaku tidakpunya keluarga, Abdul akhirnya menampung perempuan ini di rumanya. Entah apa alasannya, dia pun lari dari rumah Abdul.

Ada dugaan, bayi yang lahir itu adalah hasil hubungan gelap dengan seorang laki-laki yang masih misteri. Kuat kemungkinan perempuan ini sudah berniat akan meninggalkan bayi tersebut setelah melahirkan. Hal ini dilakukan untuk menutup malu.

Spekulasi lain menyebutkan perempuan ini tidak bisa menerima kehadiran bayi dengan kelainan pada kepala yakni hidrosefalus. Melihat realitas kondisi bayi seperti itu, diduga perempuan ini berupaya untuk memisahkan diri dari sang bayi. Satu-satunya cara yakni dengan melarikan diri dari rumah sakit.

Masalah ekonomi, mungkin menjadi alasan lain Martha Hedo meninggalkan bayinya di rumah sakit. Menghidupi seorang bayi hidrosafulus tentu membutuhkan biaya yang sangat besar. Apalagi perempuan ini tidak punya keluarga di Maumere, ditambah status suami yang hingga sekarang masih misteri.

Pihak kepolisian masih terus mencari keberadaan perempuan ini. Sampai sekarang upaya yang dilakukan masih belum berhasil. Perempuan ini sudah hilang jejak, malah diduga kemungkinan besar sudah meninggalkan Kota Maumere.

Sementara bayi laki-laki yang mengalami hidrosafulus sejak Senin (4/12) sudah meninggalkan Ruang NICU BLUD TC Hillers Maumere. Bayi ini sementara menjadi tanggungan negara di bawah asuhan Dinas Sosial Kabupaten Sikka.

Untuk perawatannya, Dinas Sosial menitipkan kepada Biara Susteran Alma Maumere karena Dinas Sosial belum memiliki tempat penampungan.
Sebagaimana diberitakan, seorang perempuan bernama Martha Hedo, 33 tahun, melarikan diri dari BLUD TC Hillers Maumere, Minggu (26/11). Dua hari sebelumnya dia melahirkan seorang bayi laki-laki dengan kelainan pada kepala atau hidrosefalus dan asfiksia berat.

Perempuan tersebut masuk rumah sakit pada Jumat (24/11) pukul 06.00 Wita. Pada pukul 08.15 Wita, dia melahirkan seorang bayi laki-laki melalui operasi cesar. Berat bayi 4.300 gram dan panjang 47 centimeter.

Pada Minggu (26/11) sekitar pukul 19.00 Wita, ibu ini melarikan diri dalam kondisi luka bekas operasi yang perlu mendapat perawatan lebih lanjut. Sampai Senin (4/12), Martha Hedo belum ditemukan juga. (vic)

Komentar ANDA?