Kamis, 21 November 2019

news flash

OJK Kupang Latih Kaum Ibu dan Mahasiswa Tetang LJK

Oktober 10th, 2019 | by Bonne Pukan
OJK Kupang Latih Kaum Ibu dan Mahasiswa Tetang LJK
Ekbis
0
NTTsatu.com – KUPANG –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT memberikan edukasi kepada Ibu Rumah Tangga (IRT) dan mahasiswa, tentang pentingnya mengenal Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang ada, sehingga tidak salah memilih.

Acara digelar di aula Kantor OJK Provinsi NTT, Kamis (10/10/2019) diikuti sekitar 150 Peserta, terdiri dari IRT, mahasiswa/i dan anggota DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Kupang.

Dalam arahannya, Kepala Kantor OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar mengatakan, tugas pokok OJK yakni Mengatur, Mengawasi dan Melindungi (3M) seluruh sektor jasa keuangan yang ada, seperti perbankan, pasar modal dan industri keuangan nonbank.

“OJK beri edukasi dan perlindungan konsumen, sehingga akan terhindar dari penawaran-penawaran investasi atau pinjaman ilegal,” harap Robert Sianipar.

Diakuinya, di Provinsi sudah banyak memakan korban dari investasi ilegal tersebut, karena masyarakat banyak yang belum paham investasi legal dan ilegal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi NTT, Sylvia R Peku Djawang menjelaskan perempuan sering dikatakan tidak berdaya guna, akan tetapi Pemerintah Provinsi NTT memberi tantangan yang besar kepada perempuan NTT, untuk bisa beri manfaat kepada pembangunan, tidak hanya di urusan rumah tangga.

“Jadi peran perempuan saat ini kedepan harus mampu mengisi pembangunan segala aspek dari posisi masing-masing, bukan saja mengurus keluarga,” ujar Sylvia Peku Djawang.

Para perempuan, papar Sylvia Peku Djawang, bisa merencanakan jasa keuangan, bukan untuk konsumtif tetapi untuk produktif, sehingga bisa memberi manfaat yang besar.

 

 

 

 

 

Ia berharap, bisa memberi ruang yang besar kepada kaum perempuan, mengingat perempuan akan terus berbenah diri meningkatkan kemampuan dirinya untuk bersaing.

Sedangkan yang mewakili DPC IWAPI Kota Kupang, Yuni sharabiti menyambut baik kegiatan tersebut, mengingat IRT adalah ujung tombak dalam pengelolaan keuangan keluarga.

“Contoh saja, uang Rp 20 Ribu bila laki-laki yang kelola, dua menit sudah habis, tapi kalau perempuan khususnya IRT, bisa seharian, itupun untuk kebutuhan keluarga. Karena dikelola dengan baik dan benar,” tandasnya.

Diakuinya, ini hal kecil yang jarang dipikirkan, tetapi jika memiliki pengetahuan cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar, manfaatnya sangat besar. (bp/tim)

Komentar ANDA?