Kamis, 18 Oktober 2018

news flash

Polisi Belum Berhasil Ungkap Kasus Tembak SMP Muhammadiyah Maumere

Mei 16th, 2018 | by Bonne Pukan
Polisi Belum Berhasil Ungkap Kasus Tembak SMP Muhammadiyah  Maumere
Hukrim
0

NTTsatu.com -MAUMERE – Kasus penembakan di SMP Muhammadiyah di Kecamatan Kangae, Kamis (23/4), sudah berlalu tiga minggu. Namun hingga kini Polres Sikka belum berhasil mengungkap pelaku maupun motifnya. Informasi tentang penyelidikan kasus ini terkesan masih sangat tertutup.

Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang belum berhasil diuhubungi. Dua hari terakhir ini dia sibuk menerima tamu. Sementara Kasubag Humas Polres Sikka Margono yang dhubungi Rabu (16/5) pagi mengarahkan media ini langsung menemui Kasat Reskrim Polres Sikka Bobby J Mooynafi. Bobby Mooynafi sendiri masih belum bisa dihubungi.

Informasi yang direkam media ini, kasus tembak tanpa korban jiwa ini ditangani Polsek Kewapante. Sudah sekitar 15-16 saksi yang dimintai keterangan antara lain dari pihak sekolah seperti kepala sekolah, guru dan staf, juga saksi dari beberapa warga masyarakat yang bermukim di belakang lokasi SMP Muhammadiyah.

Masyarakat bertanya-tanya tentang bagaimana upaya Polres Sikka mengungkap kasus penembakan. Terutama belakangan ini mulai marak peristiwa teror di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, dan Riau. Masyarakat mengharapkan ada kejelasan dari peristiwa yang terjadi di SMP Muhammadyah.

Sebagaimana diketahui, kasus penembakan di SMP Muhhamadiyah terjadi pada Senin (23/4), saat para siswa tengah menghadapi ujian nasional (UN) hari pertama. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Kecuali terdapat dua lubang bekas tembakan pada dua jendela di Ruang III UN sekolah itu.

Sehari pasca penembakan, Tim Labfor Cabang Denpasar langsung turun ke lokasi. Mereka memastikan bahwa benar terjadi penembakan. Dua lubang bekas tembakan berukuran 5,5 milimeter. Hasil kesimpulan sementara, diperkirakan senjata yang digunakan adalah jenis senapan angin.

Informasi yang sempat direkam media ini, polisi telah mengamankan 3 buah senapan angin milik warga yang berdomisili pada pemukiman di bagian belakang sekolah. Namun informasi ini dibantah Kapolsek Kewapante Petrus Kanisius. Dia mengatakan belum ada senjata atau pun senapan angin yang diamankan polisi.

Suasana UN pasca penembakan berlangsung kondusif. Para siswa mengaku tidak terpengaruh dengan peristiwa penembakan. Mereka tetap fokus menghadapi UN. Sampai dengan berakhirnya UN pada Kamis (26/4), kondisi sekolah dan suasana UN tetap terkendali secara baik. (vic)

 

Foto: Tim Labfor Cabang Denpasar didampingi Kasat reskrim Polres Sikka dan Kapolsek Kewapante saat olah tempat kejadian perkara peristiwa penembakan di SMP Muhammadiyah beberapa waktu lalu;

Komentar ANDA?