Pemda Lembata Tetapkan DBD Sebagai KLB

0
756

NTT satu.com – LEMBATA  – Pemerintah Kabupaten Lembata, telah menetapkan Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai kejadian Luar biasa (KLB). Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Lusia Chandra, kepada wartawan, Jumad (17/1/2020), mengatakan, sejak meninggalnya Jonatan Petrus Tou Lerek, 10 tahun, Siswa SD Inpres Waikomo 2, Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata,  pemerintah setempat langsung menetapkan kasus Demam berdarah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan KLB itu dilakukan Dinas Kesehatan setempat sejak Kamis (16/1/2020).

“Ia benar, kita telah tetapkan DBD di Lembata sebagai KLB. Sejauh ini baru terdapat 15 pasien terdeteksi terserang DBD. Namun DBD ditetapkan sebagai KLB karena ada satu anak, warga Kelurahan Lewoleba Barat diketahui menjadi korban jiwa. Korban atas nama, Yonathan Petrus Tou Lerek, 10 than, warga Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, diketahui meninggal pada hari Rabu (15/1/2020),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr Lusia Chandra.

Sementara itu, Kepala Seksi Suvelence dan Imunisasi, Dinkes Lembata, Charles Wutun, Sabtu (18/1/2020), di sela-sela kegiatan foging di sekitar rumah korban, di Kelurahan Lewoleba Barat, menjelaskan, pada 2019, kasus DBD di Lembata sebanyak 107 kasus. Tetapi semuanya dapat ditangani dengan cepat, sehingga tidak ada kematian.

“Pada Januari 2020 ini termasuk almahrum ini, total korban akibat DBD sebanyak 13 orang. Tetapi karena posisi satu korban tewas akibat DBD, sehingga Pemkab Lembata kemudian menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kasus ini terus meningkat di 7 kelurahan di dalam kota Lewoleba. Khusus di Kelurahan Lewoleba Barat, terdapat 5 pasien positif DBD,” ujar Charles Wutun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Lusia Chandra, meminta warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkugan, dengan cara Menutup, Menguras dan membersihkan setiap wadah penampung air, tempat hidup nyamuk aides aigepti.

“Foging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik nyamuk hanya bisa dibasmi dengan cata menjaga kebersihan lingkungan. Saya minta warga untuk menjaga kebersihan. Saya perhatikan dalam survei di di lapangan, jentik nyamuk banyak sekali di tiap rumah dan tidak dibersihkn. 3 M plus, menutup, menguras, dan mengubur. kubur kaleng bekas atau apapun yang dapat menjadi wadah penampungan air.  Kubur atau ditengkurapkan,” ujar dr Lusia Chandra.

Kadis kesehatan berpesan, jika anak panas segera larikan ke Puskesmas. Ketahui gejala Demam berdarah. Kalau panas tinggi tetapi kemudian tiba-tiba dingin atau suhu tubuh turun, terus dingin, itu shok. Kalau sudah begitu susah diobati. (*/bp/tim)

Komentar ANDA?