Jumat, 21 September 2018

news flash

Pesan Wabup Thomas Langoday Untuk Para Guru

September 1st, 2018 | by Bonne Pukan
Pesan Wabup Thomas Langoday Untuk Para Guru
Pendidikan
0
Foto: Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday memukul gong untuk membuka Rakordik bagi guru-guru TK PAUD,SD dan SLTP sekecamatan Wulandoni, Rabu, 29 Agustus 2018.

NTTsatu.com – KUPANG – Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday ketika membuka Rapat Koordinasi Pendidikan (Rakordik) di Kecamatan Wulandoni Kabupaten Lembata beberapa waktu lalu memberikan pesan-pesan penting kepada para guru dalam kaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan di daerah itu.

Dia pertama berharap, Rapat Koordinasi Pendidikan ini menjadi jembatan untuk menghasilkan guru-guru berkarakter.  Untuk menciptakan karakter tidaklah mudah  karena melalui proses berfikir, bertindak, membiasakan, barulah muncul karakter.

Di hadapan sekitar 160-an guru  peserta Rakordik di SDK Mulandoro Rabu, 29 Agustus 2018 dia mengatakan, “Perang yang terjadi di dunia saat ini dalam diri setiap kita adalah perang pikiran antara hal yang baik dan buruk. . Siapa yang menabur pikiran baik, dia akan menuai tindakan baik. Siapa yang menabur tindakan   baik dia akan menuai kebiasaan-kebiasaan yang baik dan barang siapa menabur kebiasaan yang baik dia akan menuai karakter yang baik”.

Wabup Thomas mengatakan, bangsa Indonesia ke depan sangat membutuhkan karakter yang dimulai dari perubahan pikiran yang baik. Dan pintu utama untuk menciptakan karakter adalah pendidikan dengan aktor utama adalah bapak dan ibu guru.

“Karakter seorang guru yang ideal  itu rajin masuk kelas, datang tepat waktu, ramah tamah, tekun mendidik dan mengajar anak didiknya, dan menjadi suri teladan bagi anak didik dan masyarakat di sekitarnya,” pesannya.

Ia mengharapkan agar rapat koordinasi para guru sekecamatan wulandoni selama tiga hari dapat mewujudkan  harapan untuk menjadikan guru-guru berkarakter.

Saat ini lanjutnya, sangat dibutuhkan tenaga pendidik yang bermutu dan berkarakter. Untuk mewujudkannya  butuh pelatihan dan motivasi secara terus menerus dan ini adalah  kinerja konstitusional yang membutuhkan biaya. (kominfo lembata)

Komentar ANDA?