Jumat, 13 Desember 2019

news flash

PihakTerkait Proyek Awololong Mulai Diperiksa Awal Desember di Poldhda NTT

November 26th, 2019 | by Bonne Pukan
PihakTerkait Proyek Awololong Mulai  Diperiksa Awal Desember di Poldhda NTT
Hukrim
0

NTTsatu.com  -KUPANG – Proyek Awololong di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur terus mendapat perhatian dari semua pihak. Senin, 25 November 2019 kelompok mahasiswa yang tergabung dalam AMPPERA mendatangi Polda NTT untuk menanyakan perkembangan kasus Awololong.

Melalui rilisnya yang diterima pada Senin, 25 November 2019 dijelaskan AMPPERA Kupang yang diwakilkan oleh Emanuel Boli (Koordum), Damasus Lodolaleng (Ketua Umum PERMATA Kupang), Dominikus Karangora (Divisi Informasi WALHI NTT), dan Valentinus K. Massan (Senior PERMATA)  mendatangi POLDA NTT untuk melaporkan pihak-pihak terkait yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan jembatan titian, restoran apung, kolam apung, pusat kuliner dan fasilitas lainnya di pulau siput Awololong Kabupaten Lembata, Senin, 25/11/2019, siang.

Kedatangan perwakilan AMPPERA diterima di SPKT POLDA NTT oleh Yanto.D dan Armando W.S. Wabang. Setelah berdialog di SPKT, AMPPERA diarahkan ke ruangan TIPIDKOR POLDA NTT. Di ruangan TIPIDKOR, perwakilan AMPPERA yang akan melaporkan pihak terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek tersebut dijelaskan Panit Tipidkor POLDA NTT, Nyoman bersama rekan:

Bahwasanya, selaku Tim TIPIKOR POLDA NTT, telah melakukan pulbaket soal inidikasi korupsi proyek Awololong di Lembata. Bahwasanya, Jumad, 22/11/2019 telah terjadi gelar perkara antara Polres Lembata dan Polda NTT di MAPOLDA agar kasus indikasi TIPIDKOR Awololong dilimpahkan sepenuhnya ke POLDA NTT untuk diproses selanjutnya. Bahwasanya, TIPIDIKOR POLDA NTT sedang proses penyelidikan. Dalam hal ini, pihak perencana, pelaksana, pengawas dalam proyek Awololong akan diinterview  secara bertahap, tulisnya.

Bahwasanya, TIPIDKOR telah menetapkan jadwal di awal bulan Desember untuk melakukan interview kepada bagian perencanaan (Konsultan perencanaan dan POKJA). Bahwasanya, AMPPERA boleh melakukan cross check di Minggu kedua bulan Desember. Dan berjanji akan memperlihatkan  SP2HP. Bahwasanya, TIPIDKOR POLDA NTT juga akan meminta pandangan ahli untuk  memberi padangan terkait indikasi korupsi dalam proyek tersebut.

Dalam kesempatan itu, AMPPERA kembali menjelaskan kronologi proyek itu. Dari masa kontrak kerja, pencairan dana 85%, hingga  addendum I dan II. Adapun copyan dokumen yang dibawa oleh  perwakilan AMPPERA Kupang sangat membantu untuk proses penyelidikan selanjutnya.

Secara terpisah, melalui pesan whatapp kepada Koordum Emanuel Boli, Subdit III TIPIDKOR POLDA NTT, membenarkan telah menerima copyan dokumen dari anggota Tipidkor. Sementara itu, Ditreskrimsus POLDA NTT, Heri melalui pesan whatsapp kepada Koordum Emanuel Boli menyampaikan terima kasih dan berharap agar dituntaskan dengan cepat. Terkait indikasi tindak pidana korupsi Awololong juga mendapat perhatian dari PMKRI Cabang Kupang. PMKRI Kupang bersama elemen mahasiswa pemuda Lembata Kupang akan mengawal kasus Awololong yang sedang ditangani POLDA NTT, tulisnya.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng di Margajuang63 (sekretariat PMKRI) depan POLDA NTT saat berdialog bersama perwakilan AMPPERA Kupang. AMPPERA dan PMKRI berharap agar penangannnya,  POLDA NTT harus profesional, transparan, tanpa intervensi dari pihak manapun dalam mengusut kasus dugaan TIPIDKOR Awololong hingga tuntas. (*/tim)

Komentar ANDA?