Kamis, 26 April 2018

news flash

Polisi Bentang Police Line di Lokasi Korban Tenggelam

Maret 12th, 2018 | by Bonne Pukan
Polisi Bentang Police Line di Lokasi Korban Tenggelam
Hukrim
0
Foto: Tim Identifikasi Polres Sikka sedang membentang police line di Kali Watubepin, tempat ditemukannya dua anak tewas tenggelam, Minggu (11/3)

NTTsatu.com – MAUMERE– Dua anak kecil ditemukan tewas tenggelam di Kali Watubepin di Kelurahan Madawat Kecamatan Alok Timur,  Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (11/3). Berselang beberapa jam, aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polres Sikka pun bertindak cepat dengan membentang police line pada lokasi kejadian peristiwa.

Seperti disaksikan media ini, Kanit Identifikasi Polres Sikka David Jeradu besama anggota tengah membentang police line pada Kali Watubepin. Police line ini dimaksudkan bahwa tempat kejadian perkara ini untuk sementara waktu belum bisa difungsikan karena sedang dalam penyelidikan.

Tim Identifikasi cukup mengalami kesulitan ketika membentang police line pada bagian timur kali. Masalahnya karena di bagian sisi timur, berbenturan dengan tebing, dimana struktur tanahnya sangat lembut. Jika kurang hati-hati bisa terpeleset dan jatuh ke kali.

Police line dibentang dari tepian kali sebelah barat hingga ke tepian kali sebelah timur. Di bagian timur kali, terdapat sebuah genangan air yang cukup luas dan dalam. Di tempat itulah, Carla da Nick ditemukan tewas tenggelam.

David Jeradu sempat mengukur kedalaman genangan air dengan menggunakan sebatang kayu. Dia mengukur pada dua titik, di mana satu titik tempat ditemukan Carla, dan satu titik lagi tempat ditemukan Nick. Jarak dua titik itu hanya beberapa meter saja, dengan kedalaman 175 centimeter.

Kasat Reskrim Polres Sikka Bobby Mooynafi yang ditemui di lokasi kejadian, Minggu (11/3), belum memberikan keterangan rinci tentang peristiwa tenggelamnya dua anak di Kali Watubepin. Pihaknya masih mengumpulkan infomasi, data dan bukti.

Sebagaimana diberitakan, Carla (10 tahun), siswi Kelas 4 SDK Bahkatyarsa Maumere, dan Nick (4 tahun), ditemukan tewas tenggelam di Kali Watubepin, Minggu (11/3). Sebelum meninggal, Carla sempat pamit ke orangtuanya karena ingin bermain dengan kawan-kawan.

Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan masyarakat setempat. Masyarakat sempat mengangkat korban dari kali, dan langsung membawa ke UGD TC Hillers Maumere. Namun kedua anak ini tidak bisa tertolong lagi.

Dua korban ini adalah tetangga, yang tinggal berdekatan di Jalan Wairklau Lirinkelan, sebelah atas Gereja Karmel Maumere. Rumah orang tua korban saling berhadapan, persis di samping jalan menuju Lirinkelan. Selain tetangga, orangtua korban adalah kakak beradik sepupu.

Hingga kini belum diketahui penyebab meninggalnya Carla dan Nick. Berbagai informasi beredar tentang peristiwa ini. Pihak kepolisian masih terus mencari informasi yang pasti dari saksi-saksi yang dianggap mengetahui peristiwa ini. Carla adalah anak seorang anggota polisi, yang kini ditugaskan sebagai pengawal pribadi salah seorang komisioner di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sikka.

Informasi yang dihimpun media ini, Carla bersama Nick pergi ke kali mengikuti Tanta mereka yang hendak mencuci pakaian di kali. Masyarakat sekitar sering mencuci pakaian di situ. Debit air di kali cukup besar menyusul hujan beberapa hari terakhir ini. Jarak antara kali dengan rumah korban sekitar 400-500 meter, melewati kebun masyarakat dan rumput ilalang yang tinggi.

Menurut informasi, perempuan tersebut sibuk mencuci pakaian pada bagian kali yang masih kelihatan rata. Sementara dua korban mandi-mandi di bagian kali yang banyak tergenang airnya. Dugaan sementara kedua korban berdiri di tebing lalu melompat ke genangan air. Kedalaman air di situ setinggi 175 centimeter setelah diukur oleh Tim Identifikasi Polres Sikka. Kemungkinan kedua korban tenggelam karena tidak tahu berenang.  (vic)

Komentar ANDA?