Beranda Sosbud Potensi Gelombang di Perairan NTT Bisa Capai 6 Meter

Potensi Gelombang di Perairan NTT Bisa Capai 6 Meter

0
38

Dalam jumpa Pers di Media Center Kantor Gubernur, Senin (6/1/2020), Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Ota Welly Jenni Thalo menjelaskan, potensi gelombang tinggi tersebut akibat adanya tekanan rendah di Samudera Hindia barat Australia, sehingga menimbulkan peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 56 km/jam.

“Wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga 6 meter adalah Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu, laut Sawu bagian Selatan dan perairan laut Kupang-Rote Ndao,” kata Ota Welly.

Disamping itu, gelombang setinggi 2,5 – 4 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian utara, selat Sumba bagian barat, laut Sawu bagian selatan dan perairan Kupang-Rote.

BMKG juga memprakirakan, potensi gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di selat Sape bagian utara, selat Ombai, selat Alor, selat Flores-Lamakera, laut Sawu bagian utara, selat Sumba bagian timur dan perairan utara Flores.

Dia berharap, seluruh operator pelayaran dan nelayan di provinsi berbasis kepulauan itu, untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

“Perhatian terhadap cuaca di wilayah perairan ini penting untuk menghindari terjadinya musibah yang tidak diinginkan bersama,” katanya.

Kecepatan Angin

Sementara itu, BMKG Kupang juga mencatat kecepatan angin di wilayah NTT bisa mencapai 56 kilometer per jam, sehingga memicu terjadinya hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi hampir di seluruh wilayah perairan laut NTT.

Atas dasar itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap operasional armada pelayaran seperti kapal nelayan, kapal motor penyeberangan dan kapal cepat, yang melayani pulau-pulau di provinsi berbasis kepulauan ini.

Cuaca buruk masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, terutama di wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Alor, Sabu, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.

Mengenai pemicu, dia mengatakan, angin kencang dipicu tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Sumba 1.004 milibar.

Kondisi ini diperkirakan akan semakin rendah menyebabkan terjadi pertemuan angin (konvergensi), serta belokan angin di atas wilayah NTT.

Anomali suhu muka laut di wilayah Samudera Hindia selatan NTT berkisar 1,5 derajat celcius hingga 4,0 derajat celcius yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan angin kencang.

Karena itu, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor genangan, pohon tumbang, sambaran petir dan jalan licin.

Sementara itu tinggi gelombang dilaporkan berkisar antara 1,25 hingga 6.0 meter. Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung hingga 7 Januari 2020 pukul 08.00 WITA. (*/bp/tim)

Komentar ANDA?