Rabu, 19 Juni 2019

news flash

Program PKBL, PT Angkasa Pura Kupang Gelontorkan Rp 2,3 Miliar

November 30th, 2018 | by Bonne Pukan
Program PKBL, PT Angkasa Pura Kupang Gelontorkan Rp 2,3 Miliar
Opini
0

NTTsatu.com –KUPANG — PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang di tahun 2018 ini sudah menyalurkan 2,3 miliar dana CSR. Dari total dana itu, Rp 1,2 miliar untuk mitra binaan (pelaku usaha) dan sisanya Rp 1,1miliar untuk bina lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala humas PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang, Kadir Usman di sela acara penandatanganan kerjasama PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang dengan Dinas Koperasi dan UKM provinsi NTT di Bolelebo Room, Rabu (28/11/2018).

Mitra binaan, jelasnya, diperuntukkan bagi pelaku usaha menengah ke bawah, berupa pinjaman untuk mengembangkan usaha.

Sedangkan bina lingkungan murni bantuan kepada masyarakat tanpa pengembalian, misalnya pengadaan buku, laptop, alat tulis untuk sekolah-sekolah, perbaikan tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, Menengah (UKM) NTT, Kosmas Lana, mengapresiasi perjanjian kerjasama antara PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana CSR kepada masyarakat pelaku usaha.

“Kerja sama ini tentu sangat bagus. Kita dukung masyarakat yang bergerak di bidang usaha kecil menengah semakin bertumbuh usahanya,” ungkap Kosmas.

Kosmas mengatakan, PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang, menjadi contoh yang baik, karena berkoodinasi dengan dinas terkait menyalurkan dana CSR kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, secara kelembagaan usaha, mikro, kecil dan menengah adalah milik pemerintah yang diatur oleh dinas Koperasi dan UKM. “Izin usaha kita yang keluarkan, jadi tentunya perlu berkoodinasi dengan kami,” tegasnya.

Lanjutnya, dana yang disalurkan kepada pelaku usaha, kategorinya, untuk pelaku usaha mikro, aset usaha mencapai 50 juta, usaha kecil, 50-300 juta. “Kita jangan dulu bicara pelaku usaha yang memiliki aset 300 juta ke atas, kita fokus dulu untuk yang mikro dan menengah,” ungkapnya.

Aset yang dimiliki, jelasnya, diluar tanah, bangunan dan tempat usaha. Ia menegaskan, pelaku usaha harus sudah ada rintisan usaha dan sudah mengantongi izin usaha.

Sementara itu, general manager PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang, Barata Singgih mengatakan, koordinasi dengan dinas terkait diperlukan agar saluran bantuan masyarakat tepat guna dan tepat sasaran.

“Dari dinas terkait kita butuh masukan data, mana kategori usaha mikro, kecil dan menengah. Jadi kita butuh data yang akurat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sejak tahun 1999, mengelola Bandara El Tari Kupang, PT. sudah menyalurkan dana CSR demi kesejahteraan masyarakat setempat, baik dalam bidang usaha, maupun dalam bidang-bidang lain.

Mekanisme penyaluran dana tersebut, dijelaskan oleh kepala Humas, Kadir Usman. Pelaku usaha mengambil proposal di Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang.

Setelah mengisi proposal, jelas Kadir, proposal dikembalikan, lalu timnya akan melakukan survei dan evaluasi kelayakan usaha calon mitra. “Kalau dinyatakan layak, akan direkomendasikan berapa dana yang akan disalurkan ke mitra,” jelasnya.

Ia menegaskan, hasil survei dan evaluasi tersebut, akan verifikasi dan direkomendasi oleh dinas koperasi dan UKM. Walaupun timnya, sudah melakukan evaluasi dan survei, jelas Kadir, harus ada rekomendasi dari dinas terkait. Jika tidak ada rekomendasi dari dinas, pihaknya tidak bisa menyalurkan dana.

Ia menjelaskan, jumlah pinjaman dari pelaku usaha dikali tiga persen per tahun, berlaku sesuai dengan masa kontrak. “Itu fiks, tidak berubah, sesuai dengan masa kontrak,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat pelaku usaha bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya demi mengembangkan usaha.

Ia mengatakan, PT. Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang, dalam kemitraan dengan pelaku usaha, pihaknya selalu berupaya mewujudkan visi, menjadikan mitra sebagai pelaku usaha yang sejahtera dan tangguh. (poskupang.com/gan)

=======

Foto: Kadis Koperasi dan UKM Provinsi NTT didampingi GM PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang, menunjukkan nota perjanjian kerja sama usai penandatanganan di Bolelebo Room, Bandara El Tari Kupang, Rabu (28/11/2018).

Komentar ANDA?