Sabtu, 18 Agustus 2018

news flash

Safari Politik YNS Menembus Keterisolasian Elar Manggarai Timur

Mei 6th, 2018 | by Bonne Pukan
Safari Politik YNS Menembus Keterisolasian Elar Manggarai Timur
Opini
0
Foto: Inilah KOndisi Jalan dari Ruteng Kabupaten Manggarai menuju Elar Kabupaten Manggarai Timur

Banyak cerita tentang keterisolasian di Kecamatan Elar dan Elar Selatan di Kabupaten Manggarai Timur akhirnya terbukti dengan sangat nyata ketika mendampingi calon wakil gubernur NTT Yosef Nae Soi dalam safari politik.

Jumat, 20 April 2018 sekitar pukul 22,30 dengan tiga buah mobil ranger dobel cabin kami keluar dari kota dingin Ruteng Kabupaten Manggarai menuju Elar. Dalam benakku malam itu, cerita kerterisolasian di wilayah Elar hanyalah sebuah kisah untuk meluluhkan perjuangan kami menuju wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Ngada dan masih menyimpan sejumlah masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Artus, Arif dan seorang teman mereka yang sama-sama driver tiga mobil ranger dobel cabin sudah sangat mahir menyetir mobil-mobil menembusi pekatnya malam dalam mengarungi jalanan yang sangat menyedihkan, menantang dan sangat berbahaya itu.

Artus sang komandan jalan malam itu memang sangat lihat menyetir disusul Arif yang dengan sangat hati-hati karena Calon wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi bersama ibu Maria Djogo berada dalam mobil itu. Sementara mobil satunya berada di juru kunci mengantar Ketua Tim pengarah Kristo Blasin dan Sekretaris Umum Tim pemenangan Victory-Joss, Honing Sanny.

Jarak Ruteng ke Elar di Kabupaten Manggarai Timur hanya sekitar 70-an kilo meter, namun terasa amat sangat jauh dan memang benar, perjalanan itu ditempuh dalam waktu lima jam lebih. Sebuah perjalanan yang samat sangat melelahkan karena harus melewati jalanan yang sangat jauh dari harapan dan jauh dari keinginan rakyat.

Sejumlah kampung kami lewati malam itu, namun  kami tidak berpapasan dengan masyarakat di kampung-kampung yang kami lewati malam ini. Hanya ada beberapa orang yang sedang berburu menggunakan sepeda motor dan anjing pemburu.

“Mereka sedang berburu. Kebiasaan warga disini berburu malam hari menggunakan anjing, mereka berburu babi hutan juga binatang hutan lainnya,” kata Artus sang driver.

Di bagian kiri dan kana jalan terbentang hutan dengan reribunan pepohonan. Namun pepohonan jenis apa, kami tidak bisa melihatnya karena pekatnya malam dengan kabut tebal disertai gerimis hujan malam itu.

Ketiga sopir memang ternyata dopir tangguh dan sudah teruji melintasi medan-medan berat, karena mereka bisa bertahan dengan kondisi jalan yang sangat menantang nyali mereka dan nyali kami semua malam itu.

Jago-jago Bapak Yosef Nae Soi dan ibu Merry di mobil kedua dan Honing Sanny serta Kristo Blasin di mobil terakhir hilang semuanya. Tarikan napas panjang mengiringi perjalanan itu dan sesekali pertanyaan meluncur dengan penuh keletihan, “Masih jauh ko Elar itu?”.

Foto: Kondisi jalanan di wilayah Elar Kabupaten Manggarai Timur. Elar memang wilayah terisolir dari tahun ke tahun dan dari pemimpin ke pemimpin

Kami semua tidak mampu memejamkan mata, karena ketika hendak nyenyak, goyangan kendaraan membangunkan semua yang sedang menikmati “via dolorosa” Ruteng – Elar jalan di pekatnya malam Sabtu itu.

Beberapa kali kami berhenti karena mobil harus mencari jalan yang tepat agar tidak celaka. Ada genangan banjir yang menutup jalan sehingga mereka harus bisa berusaha tidak terjebak dalam lumpur.

Pinggang  terasa mau patah, tulang belulang remuk rasanya, Namun inilah perjalanan panjang mengupukan satu demi satu suara masyarakat demi kemenangan Paket Victory-Joss dalm kontestasi politik lima tahunan di NTT ini. Kita memang ingin agar NTT bangkit menuju sejahtera karena itu, letih, lesu, kena hujan dan panas bukanlah penghalang bagi seluruh pasukan Victory-Joss.

Tepat pukul 04.15 dini hari, Sabtu, 21 April 2018 kami tiba di Elar. Kami tiba di rumah yang telah disiapkan di ujung kampung sebagai tempat istirahat kami, namun tuan rumah tidak terjaga ketika para sopir berusaha mengetuk pintu berulang kali.

Ibarat Yoseph dan Maria yang tidak menerima tumpangan saat Maria hendak melahirkan Yesus, kami harus bergerak menuju rumah om Charles Ketua Partai Golkar Kecamatan Elar untuk beristirahat.

Memang benar juga, perjalanan meletihkan bersama Yosef (Nae Soi) dan Maria (Djogo) memang seperti ini. Tidak mendapatkan tumpangan, kami harus bergerak ke tempat yang bukan disiapkan. Namun inilah tempat yang cocok bagi kami untuk bisa beristirahan sejenak karena

Beberapa jam kemudian kami harus memulai kegiatan kampanye terbatas.  (bonne pukan —- bersambung)

Komentar ANDA?