Jumat, 13 Desember 2019

news flash

Secuil Pertemuan dengan HH, Politisi yang Peduli pada Entrepreneur

November 26th, 2019 | by Bonne Pukan
Secuil Pertemuan dengan HH, Politisi yang Peduli pada Entrepreneur
Opini
0

MENGENAKAN baju putih polos, celana jeans biru dan sepatu hitam mengkilat. Wajahnya ceria. Suaranya tegas, lugas dengan artikulasi yang jelas. Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Dapil 2 NTT yang meliputi Pulau Timor dan Sumba, ini berbicara dari sudut pandang yang beragam. Tentang bidang tugasnya di Senayan, tentang pembangunan di NTT dan tentang bidang usaha yang ia geluti.

Itulah sepenggal pertemuan dengan lelaki kelahiran Kota Ende, Flores, NTT, 26 November 1962 ini.

Selain masalah hukum yang menjadi bidang tugasnya di parlemen, Pak Herman Herry yang akrab disapa HH, ini banyak membedah soal entrepreneurship, kewirausahaan. Ia bilang, negara sungguh membutuhkannya untuk mendorong berbagai pertumbuhan. Ia bilang, satu di antara indikator pembangunan, yakni ekonomi. Karena itu menjadi tugas semua pihak untuk mendorong, terus mendorong dan terus melakukannya terutama bagi kaum milenial agar dapat meraih sukses.

HH menjelaskan tentang visi entrepreneur. Maknanya banyak namun sekolahnya tak ada. Entrepreneur itu bakat alam yang diberikan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan. Tetapi, tak semata bakat alam. Butuh daya juang dan komitmen yang kuat. Tak boleh setengah-setengah.

Kelebihannya, pertama, pengusaha berani mengambil keputusan. Kedua, pengusaha itu pandai menghitung dan kalkulasi risiko. Ini modal yang sangat kuat dalam rangka memimpin bangsa. Tinggal menambah satu hal lagi agar menjadi sempurna, yakni kepedulian. Jadi, kita sebagai bangsa jangan munafik. Pihak tertentu mungkin masih melihat pengusaha dari stereotip negatif. Memang, ada kekurangannya karena pengusaha terkadang fragmatis. Saya bermaksud sisi jelek ditekan, positif diangkat karena kedua sisi ini ada pada manusia.

Jika ia ngotot bicara tentang wirausaha tak salah. Ia sudah membuktikan di depan mata. Ia membangun sejumlah usaha untuk memberi suport kepada anak-anak NTT. Bidang hospitality menjadi fokusnya. Ketika tahun 2011, HH menyebut sebanyak 1.600 tenaga kerja yang sudah ia tamping.

Saat ini? Sudah pasti jumlahnya bertambah banyak seiring tumbuhnya berbagai usaha miliknya. Usaha hotel dengan branding Sotis sudah ia mulai dalam beberapa tahun terakhir. di Jakarta, di Kupang dan beberapa tempat lagi akan segera ia bangun. Dalam berbagai statementnya di media, HH mengatakan yang namanya pengusaha kecil selalu ia suport, dukung untuk bertumbuh.

***

Saya mengenal Pak HH jauh hari sebelum ia maju sebagai wakil rakyat. Ia sungguh bersahabat. Ia selalu menyapa saya, “kamu orang.” Jika ia sudah berdiskusi atau diajak diskusi, maka banyak hal yang ia sampaikan. Mudah sekali memahami jalan pikirannya. Ia bilang, saya orang praktisi jadi jika bicara to the point dan tak mutar-mutar sekaligus untuk menghemat waktu. Karena itu selalu saja saya meminta waktu bila hendak bertemu karena kesibukannya seabrek.

Ketika ada sesuatu yang tak beres, HH menyampaikan dengan terus terang, termasuk pemberitaan di media kami. Sebagai warga Kupang, saya banyak kali menerima kritik yang ia sampaikan. Sikap manajemen adalah menerima dengan senang hati. Suatu bukti bahwa Pak HH ingin membangun kedekatan dengan semua pihak tanpa sekat apa pun.

Sampai kini kami masih membangun kemitraan secara terhormat, berimbang dengan Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi masalah-masalah hukum. Apa pun alasan, HH adalah orang penting. Sebagai orang media, saya membutuhkan pikiran dan pandangan. Karena itu kerapkali saya “mengganggunya.” Dialah satu di antara wakil rakyat yang kerap saya hubungi. Terima kasih Pak HH.

Hari ini, tanggal 26 November 2019 adalah hari yang istimewa. Kepada Bapak, Kakak dan narasumber utama, HH kami menyampaikan happy birth day (HBD). Hari yang istimewa sebagai titik memulai usia yang baru, spirit yang baru demi perjalanan negeri ini dan lebih khusus buat masyarakat NTT. Salam kami dari NTT buat Bapak HH. Tuhan memberkatimu bersama keluarga dalam tugas dan pengabdian. (polus kopong)

Komentar ANDA?