Kamis, 18 Oktober 2018

news flash

Setelah Mengenakan Rompi Orange, MS Bungkam Kepada Pers

Februari 13th, 2018 | by Bonne Pukan
Setelah Mengenakan Rompi Orange, MS Bungkam Kepada Pers
Hukrim
0
Foto: Sejak menjadi tersangka dan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna orange, Marianus Sae mulai bungkam terhadap wartawan. Dia hanya melemparkan senyum khasnya

NTTsatu.com – JAKARTA – Marianus Sae (MS), Bupati Ngada dan juga calon Gubernur NTT sejak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Minggu (11/02/2018) lalu, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mengenakan rompi orange. Tahanan KPK itu mulai melakukan aksi bungkam terhadap para wartawan.

Marianaus Sae, ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang telah menerima dana suap sebesar Rp 1,4 miliar dari seorang pengusaha di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Pantauan media, Senin (12/2/2018), Marianus keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Dia sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

Saat berpapasan dengan awak media, Marianus bungkam. Bupati Ngada dua periode ini terus berjalan dan masuk ke dalam mobil tahanan tanpa menjawab sepatakatapun terhadap pertanyaan-pertanyaan wartawan. Dia hanya tersenyum saja sambil berlalu dalam kawanan aparat.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, Marianus akan ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur, cabang KPK.

“MS di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK,” kata Yuyuk lewat pesan singkat, Senin sore.

Selain Marianus, KPK menetapkan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka. Wilhelmus diduga menyuap Marianus terkait sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, NTT.

Wilhelmus diketahui merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek di Kabupaten Ngada sejak 2011.

Dalam kasus ini, Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Wilhelmus. Selain itu, suap ini juga diduga terkait dengan sejumlah proyek di Pemkab Ngada untuk 2018. Marianus diduga menjanjikan proyek-proyek tersebut dapat digarap Wilhelmus.

Proyek-proyek itu yakni pembangunan jalan Poma Boras senilai Rp 5 miliar, jembatan Boawae Rp 3 miliar, jalan ruas Ranamoeteni Rp 20 miliar, ruas jalan Riominsimarunggela Rp 14 miliar, ruas jalan Tadawaebella senilai Rp 5 miliar, ruas jalan Emerewaibella Rp 5 milair, dan ruas jalan Warbetutarawaja Rp 2 miliar. Nilai total proyek-proyek tersebut yakni Rp 54 miliar. (*/bp)

Komentar ANDA?