Minggu, 19 Agustus 2018

news flash

Sudah Saatnya Pemkab Sikka Berbasiskan Elektronik

Desember 11th, 2017 | by Bonne Pukan
Sudah Saatnya Pemkab Sikka Berbasiskan Elektronik
Opini
0
Foto: Peserta Sosialisasi Rencana Induk Smart Government Kabupaten Sikka di Gedung Sikka Convention Centre (SCC), sedang mendengarkan materi yang dibawakan staf Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Senin (11/12)

NTTsatu.com – MAUMERE– Informasi program kegiatan di Pemerintah Kabupaten Sikka masih berjalan parsial pada setiap satuanl kerja perangkat daerah masing-masing. Sekarang ini sudah saatnya Pemkab Sikka menggunakan basis eletronik dengan sistem pelayanan yang terintegrasi demi kemudahan akses layanan secara efektif.

Menuju ke pemerintahan yang berbasis elektronik itulah, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka menggelar Sosialisasi Rencana Induk Smart Government Kabupaten Sikka di Gedung Sikka Convention Centre (SCC), Senin (11/12). Sosialisasi itu sendiri dengan narasumber tunggal yakni Syamsul Arifin, JFT Analisis Kebijakan dan Teknologi e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Peserta kegiatan ini kurang lebih 100 orang aparatur sipil negara, terdiri dari kepala dinas/badan, para camat, dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Sikka. Diperkirakan sebagian besar adalah staf dan operator yang terkait langsung dengan teknologi informatika dan komunikasi.

Syamsul Arifin menjelaskan bahwa dunia sudah mengalami revolusi budaya ketika teknologi informatika dan komunikasi makin masuk dalam kehidupan manusia. Sejalan dengan itu, pemerintahan pun harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang kian berkembang maju. Smart Government adalah versi perubahan yang bisa menopang dan menjamin kemudahan akses layanan secara efektif menuju smart city.

Teknologi smart government memposisikan Dinas Kominfo sebagai pusat informasi pemerintahan, atau semacam data center yag dibuat terpusat, di mana seluruh data dikirim dari SKPD-SKPD.

Aplikasi ini akan memberikan kemudahan pelayanan informasi dan komunikasi sehinga mudah diakses oleh yang berkepentingan secara efektif dan efisien.

Beberapa kepala dinas memberikan respek positip atas aplikasi smart government. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Rudolfus Ali, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Konstantia Arankoja, dan Kepala Dinas Polisi PP dan Damkar Yoseph Benyamin berharap aplikasi terintegral seperti ini sebaiknya segera diberlakukan di Pemkab Sikka.

Rudolfus Ali menggambarkan tentang website di kantornya yang bermanfaat bagi para pelanggan perpustakaan di kantor itu. Namun website tersebut kini macet dan tidak bisa beroperasi, berakibat kepada putusnya informasi. Konstantia Arankoja menginformasikan berbagai informasi teknologi di dinas tersebut, namun di antaranya provinsi dan pusat masih menjadi data center.

“Selama ini terkesan kita masih sendiri-sendiri. Saya kira sudah saatnya kita harus bersinergi dengan satu pusat informasi data,” ujar Konstantia Arankoja.

Yoseph Benyamin menyebut sebelumnya di Pemkab Sikka sudah pernah ada Bagian Pusat Data Elektronik, yang kini kemudian menjelma menjadi Dinas Informasi dan Komunikasi. Dia berharap dinas ini segera menindaklanjuti aplikasi smart government.

Syamsul Arifin menambahkan dia sudah menyampaikan rencana smart government kepada Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, dan mendapat respek possitif. Kementerian Kominfo siap melakukan intervensi sesuai tugas dan peran kementerian. (vic)

Komentar ANDA?