Kamis, 24 Mei 2018

news flash

Sudah Satu Minggu Tidak Ada KBM di SMPN Reroroja

Februari 2nd, 2018 | by Bonne Pukan
Sudah Satu Minggu Tidak Ada KBM di SMPN Reroroja
Pendidikan
0
Foto: Bangunan gedung SMPN Reroroja di Kecmatan Magepanda yang jebol akibat angin kencang pada Senin (29/1) lalu

NTTsatu.com – MAUMERE – Sebanyak 255 murid SMPN Reroroja di Kecamatan Magepanda, seperti biasa setiap hari datang ke sekolah. Tetapi selama satu minggu ini tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu. Masalahnya karena atap sekolah jebol dan bangunan sekolah darurat luluh lantah dihantam angin kencang pada Senin (29/1) lalu.
Sekolah yang berdiri pada tahun 2013 ini, terdiri dari 1 bangunan permanen dan 1 bangunan darurat. Bangunan permanen letaknya agak ke dalam, di sana terdapat tiga ruang kelas, ruang laboratorium dan ruang guru. Sementara bangunan darurat terdiri dari empat ruang kelas. Bangunan darurat berdiri terpisah, letaknya kurang lebih 20 meter dari jalan di kampung. Di sebelah bangunan darurat, sementara dibangun lagi tiga ruang kelas dan satu ruang perpustakaan.
Ketika mendatangi sekolah ini di Serowelolulu Dusun Magelo’o Desa Reroroja, Jumat (2/1), ratusan murid tampak melakukan aktifitas sendiri-sendiri. Ada yang duduk berkelompok di ruangan kelas, ada pula yang membentuk kelompok di luar ruangan kelas. Sementara para guru tengah sibuk melakukan pertemuan dengan orangtua murid.
Dari depan jalan kampung sudah terlihat bangunan darurat sekolah itu roboh. Empat ruangan kelas yang selama ini difungsikan untuk Kelas 7A, 7B, 7C, dan 8C praktis tidak bisa difungsikan. Dari kejauhan juga bisa dilihat atap sekolah pada bangunan permanen sudah jebol semuanya. Ruang kelas yang jebol itu selama ini untuk ruang Kelas 9A, 9B, dan 9C.
Kepala SMPN Reroroja Saferianus Ndate yang ditemui di sekolah mengatakan sudah satu minggu ini tidak ada KBM. Sekolah terpaksa meniadakan KBM karena tujuh ruang kelas tidak bisa difungsikan. Meski demikian semua murid diwajibkan untuk setiap hari datang ke sekolah.
Angin kencang menerjang sekolah itu pada Senin (29/1) sekitar pukul 14.30 Wita. Saat peristiwa itu terjadi, jam KBM sudah selesai. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Melihat kondisi 7 ruang kelas yang menjadi korban, pihak sekolah mengambil sikap meniadakan KBM.
“Tujuh ruang kelas tidak bisa difungsikan, praktis satu minggu ini tidak ada kegiatan belajar mengajar. Anak murid tetap masuk seperti biasa. Sementara ini kami gelar pertemuan dengan orangtua murid untuk sama-sama mencari jalan keluar yang baik,” jelas Seferianus Ndate.
Terhadap kondisi sekolah yang diterjang bencana, Saferianus Ndate mengaku sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka. Dia berharap Dinas PKO Sikka bisa membantu mencarikan jalan keluar.
Dari petemuan antara pihak sekolah dan orangtua murid, diketahui bahwa nantinya orangtua murid secara swadaya akan memperbaiki ruang kelas yang jebol. Bentuk swadaya seperti apa belum diketahui secara pasti.
Beberapa murid yang ditemui seperti Meylani Putri, Gebriela Asela, dan Yohana Dangko, yang kini duduk di Kelas 8A mengaku sudah jenuh karena satu minggu ini tidak ada KBM. Tiga murid ini berharap pihak sekolah segera mencarikan jalan keluar agar mengaktifkan kembali KBM.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Muhamad Daeng Bakir dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Emmy Laka yang ditemui terpisah beberapa hari lalu mengakui sudah mendata kerusakan bencana alam di wilayah Kabupaten Sikka termasuk SMPN Reroroja. Hingga sekarang belum ada bantuan tanggap darurat untuk sekolah ini. (vic)

Komentar ANDA?