Rabu, 12 Desember 2018

news flash

Teater Perempuan Biasa Digelar Malam ini di Aula Gerson Poyk

November 11th, 2018 | by Bonne Pukan
Teater Perempuan Biasa Digelar Malam ini di Aula Gerson Poyk
Hiburan
0
Foto: Logo PPB ke- 3 tahun 2018 yang akan digelar malam ini

NTTsatu.com – KUPANG – Komunitas Teater Perempuan biasa untuk ketiga kalinya menggelar Panggung Perempuan Biasa dengan tema “Perempuan adalah aset masa depan sebuah bangsa”. Kegiatan ini akan dilangsungkan Minggu, 11 November 2018 malam ini bertempat di Taman Budaya Gerson Poyk Kupang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang kreasi bagi para penikmat seni dan budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat, baik lelaki maupun perempuan dalam mengamini kesetaraan gender.

PPB III tahun 2018 ini mengangkat sejumlah isu baik lokal maupun nasional, antara lain Human Trafficking, kebudayaan dan kekerasan terhadap perempuan.

Lanny Koroh, pemimpin Komunitas Teater Perempuan Biasa mengaku prihatin terhadap keterbatasan partisipasi perempuan dalam ruang publik, meski pun ia tak memungkiri bahwa peran perempuan dalam ranah domestik pun tak bisa dipandang sebelah mata.

Perempuan berusia 32 tahun yang telah meraih gelar Doktor linguistik ini berharap agar PPB III menjadi ajang bagi kaum perempuan untuk menyuarakan persoalan perempuan yang masih saja terjadi selama ini.

“PPB III adalah ruang dimana kita akan membicarakan tentang perempuan, baik persoalannya maupun masa depannya. Kemudian memberikan jalan keluar dalam menghadapi masalah-masalah perempuan,” kata Lanny.

PPB III akan dimulai pada pukul 17.00 Wita dan , akan dimeriahkan oleh sejumlah pementasan teater, monolog, puisi dan permainan sasando oleh Linda Tagie, Della Novella, Fince Bataona, Teater Sina Riang, Julia Manafe dan masih banyak lagi.

Dipastikan, pementasan ini akan dihadiri sejumlah aktivis, feminis, mahasiswa, dan seniman lintas budaya. Dengan harga tiket yang cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 bagi mahasiswa, Rp 25.000 bagi umum dan Rp 100.000 bagi VIP. Tiket PPB III dapat diperoleh langsung di lokasi pementasan atau on the spot.

“Kami siap menggelar PPB III. Kami siap mengangkat suara kaum perempuan”, tandas Lanny, yang juga dosen dan seniman ini. (*/bp)

Komentar ANDA?