Selasa, 12 Desember 2017

news flash

Tiga DPD I Golkar Belum Teken Dukungan Munaslub, NTT Menolak

Desember 1st, 2017 | by Bonne Pukan
Tiga DPD I Golkar Belum Teken Dukungan Munaslub, NTT Menolak
Polkam
0
Foto: Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai

NTTsatu.com – JAKARTA – Sebanyak 31 dari 34 DPD I Golkar meneken dukungan untuk terselenggaranya munas luar biasa mencari pengganti Setya Novanto sebagai ketua umum. Sementara dari tiga yang belum meneken, satu di antaranya menolak yakni DPD Partai Golka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kalau NTT kan sudah menyatakan secara terbuka (menolak), biar saja kalau cuma satu nggak terlalu signifikan apalagi wilayahnya juga situ,” ujar politikus Golkar Yorrys Raweyai dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (1/12/2017).

Menurut Yorrys, akan berbeda apabila yang menolak adalah DPD I Golkar dari wilayah Jawa. Sebab di daerah Jawa menjadi lumbung suara Golkar.

“Mungkin kalau Jabar, atau daerah Jawa baru harus dipikirkan,” ucap dia.

Ketua DPD I Golkar NTT Melki Lana memang sudah menyatakan menolak munaslub dan mengaku mengikuti keputusan Pleno DPP Golkar yang menunggu hasil praperadilan untuk menentukan nasib Novanto di Golkar. Melki diketahui sebagai loyalis Novanto yang kini ditahan karena menjadi tersangka korupsi e-KTP.

Sementara itu menurut Yorrys, dua DPD I Golkar lain yang belum meneken dukungan disebut hanya karena masalah teknis. Pertama adalah Ketua DPD I Golkar Kalimantan Timur, Rita Widyasari yang saat ini ditahan KPK karena terlibat kasus korupsi kasus suap di lingkungan Pemda Kutai Kertanegara.

“Dari Kaltim, si Rita masih dalam penjara,” jelas Yorrys.

Kemudian yang terakhir belum teken dukungan munaslub adalah Ketua DPD I Sulsel Nurdin Halid. Hal tersebut lantaran Ketua Harian Golkar itu saat ini masih berada di daerah mengurus persiapannya maju sebagai Cagub Sulsel.

“Sebetulnya semua sudah, Sulsel si Nurdin juga sudah setuju. Nanti dia balik hari Minggu kan. Dia lagi sibuk urus ini (pilkada) kan. Nanti dia yang akan urus Pleno hari Senin, dia kan ketua harian,” ucap Yorrys.

Airlangga Hartarto diketahui telah memastikan sudah 31 DPD I Golkar menyepakati untuk digelarnya munaslub. Para DPD I itu juga menyatakan dukungannya kepada Airlangga untuk maju sebagai calon ketum pengganti Novanto. Para pimpinan DPD I Golkar itu juga sempat sowan ke Presiden Joko Widodo.

“Jadi, sesuai AD/RT partai Golkar sudah ada 31 dari 34 DPD tingkat I yang telah menyampaikan aspirasinya untuk munas luar biasa dan tadi pagi kita sebut tokoh masyarakat dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia menemui bapak presiden,” ujar Airlangga, Kamis (30/11).

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD I Golkar NTT Melki Laka Lena menyatakan menolak meneken dukungan munaslub. Dia menekankan menghormati hasil pleno Golkar yang memutuskan menunggu hasil praperadilan Novanto sebelum melangkah ke sikap selanjutnya.

“DPD I sudah berkumpul untuk menyepakati itu ya saya tentu tidak bisa meneken karena buat saya kira sudah bersepakat ya kami jalani kesepakatan melalui pleno itu yang sudah diputus dengan perdebatan yang sangat panjang,” ungkap Melki. (*/bp)

Komentar ANDA?