Rabu, 19 Juni 2019

news flash

Umat Katolik Diminta Tidak Golput

April 14th, 2019 | by Bonne Pukan
Umat Katolik Diminta Tidak Golput
Polkam
0
Foto AS Hikam, pakar politik dari President University di Bekasi, Jawa Barat (Foto: UCAN Indonesia)

NTTsatu.com – JAKARTA – Para pengamat politik mendesak umat Katolik untuk tidak Golput dalam Pilpres mendatang karena pemilu kali ini terjadi kompetisi sengit antara kelompok yang mempertahankan Pancasila dan kelompok yang ingin menggantikan Pancasila dengan kilafah.  

Pancasila dan kilafah memang disoroti dalam pemilu kali ini dimana Paslon Jokowi-Ma’ruf diklaim sebagai kelompok yang mempertahankan Pancasila, sementara Brabowo-Sandi diklaim sebagai pro kilafah karena didukung oleh sejumlah kelompok dan para mantan anggota Hizbut Tahir Indonesia (HTI).

“Pemilu kali ini, bangsa Indonesia tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden, tapi sesungguhnya sebuah momen pertarungan sengit di antara kelompok yang setia pada Pancasila dan kelompok yang ingin menggantikan Pancasila dengan kilafah,” kata Muhammad AS Hikam, seorang guru besar politik dari President University di Bekasi, Jawa Barat, usai diskusi terbatas di Jakarta seperti dirilis ucannews.com.

Foto AS Hikam, pakar politik dari President University di Bekasi, Jawa Barat (Foto: UCAN Indonesia)

Acara yang mengambil tema “Mengawal Pancasila: Menelaah pristiwa politik dan keamanan menjelang pemilu serentak 2019, diadakan oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) belum lama ini di Unika Atma Jaya Jakarta.

Mantan Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengatakan pemilu kali ini adalah Pancasila versus Kilafah.

“Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan hanya kubu Jokowi dan kubu Prabowo, tapi juga ideologi,” katanya kepada media belum lama ini.

Meski demikian, Prabowo masih selalu membantah bahwa ia tidak mendukung kilafah dalam debat 30 Maret lalu dan dalam setiap kampanyenya.

Hikam juga menolak bahwa pemilu kali ini Pancasila vs Kilafah karena menurutnya kedua pasangan secara formal konsern terhadap Pancasila. Meskipun, paslon kedua memiliki sejumlah partai dan kelompok yang mendukung kilafah.

Ia mengatakan kalau seandainya Prabowo menang dalam pemilu kali ini, namun ia tidak mungkin mendukung kilafah karena sudah dilarang secara hukum.

Menurut Hikam, semua elemen masyarakat secara bersama melakukan pencegahan terhadap idelogi ini agar tidak berkembang di Indonesia karena HTI meskipun telah dibubarkan dan dilarang oleh pemerintah, para anggota organisasinya telah membentuk kelompok-kelompok lain dan masih mempromosikan kilafah di kalangan para pelajar sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

“Kilafah adalah musuh bersama kita karena anti-Pancasila dan menolak keberagaman di Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan seluruh warga untuk berhati-hati karena pemilu kali ini penguatan identitas dibungkus dengan retorika etnis-religius menjadi gambaran sosial politik yang penting untuk dicermati.

Maka, ia mengusulkan deklarasi bersama Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed Al-Tayeb di Uni Emirat Arab (UEA) pada 4 Februari lalu, harus menjadi referensi bagi semua agama dan mempromosikannya untuk menghormati keberagaman di Indonesia.

“Ini tugas kita untuk mempromosikan deklarasi bersama ini sebagai salah satu cara menghormati keragaman kita,” katanya.

Kusnanto Anggoro, dosen politik di Universitas Indonesia mengatakan kilafah menonjol dalam pilpres kali ini sebagai respon dari pembubaran HTI oleh pemerintah.

“Meskipun status hukum HTI telah dibubarkan, tapi organisasi ini tetap eksis tanpa status hukum,” kata peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Terkait keamanan pemilu, ia mengatakan potesi konflik saat pemilu memang ada tapi masih dalam skala kecil. Konflik yang perlu diwaspadai setelah pemilu karena ada kubu yang tak menerima hasil pilres tersebut.

Johanes Handoyo, ketua Vox Point Indonesia, mengatakan ideologi kilafah hanya digunakan menjelang pilpres untuk meningkatkan elektoral.

“Ini hanya terjadi menjelang pemilu. Setelah itu tidak akan muncul lagi,” katanya sambil mengajak umat Katolik yang memiliki hak pilih untuk tidak Golput dalam pemilu 17 April. (uncannews.com/bp)

Komentar ANDA?