Rabu, 12 Desember 2018

news flash

Viktor di Desa untuk Gerakan Perubahan, Nae Soi Urus Birokrasi

Maret 13th, 2018 | by Bonne Pukan
Viktor di Desa untuk Gerakan Perubahan, Nae Soi Urus Birokrasi
Polkam
0
Foto: Calon Gubernur NTT, Vikto Laiskodat sedang menyampaikan pidato politiknya saat kampanye terbatas di Nagaroro, Kabupaten Nagekeo, Senin, 12 Maret 2018

NTTsatu.com – NANGARORO – Calon Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, jika dipercaya rakyat menjadi gubernur, ia bertekad akan lebih banyak berada di desa-desa untuk menggerakan perubahan bagi NTT.

“Saya gembira bisa bertemu masyarakat di Kecamatan Nangaroro dan Aesesa, Mbay. Saya mau sampaikan bahwa jika rakyat NTT memberi kami mandat pada 27 Juni nanti, maka sebagai gubernur 1, saya akan ada di desa untuk menggerakan perubahan. Sementara gubernur 2 akan ada di kantor mengurus birokrasi dan menyiapkan aparat yang siap kerja,” tegas Cagub Viktor dalam kampanye dialogis di Nangaroro dan Aesesa, Senin (12/3).

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini menegaskan, sudah saatnya NTT dibangun secara luar biasa sehingga potensi dan kekayaan alam NTT bisa dikelolah untuk kemajuan daerah ini.

“Kita akan benahi bersama dengan mendesain semua aspek secara baik. Pembangunan akan kita desain dengan baik; desain ekonomi, sosial, politik juga pariwisata. Kita siap menggerakan itu semua. Doakan kami agar kuat mengurus NTT ke depan,” katanya.

Viktor menjelaskan, NTT memiliki kekayaan alam begitu luar biasa. Punya laut yang luas dan panas yang cukup tapi masih mengimpor garam dari negara lain. NTT memiliki garis pantai yang panjang dengan air laut yang jernih sehingga mampu memproduksi garam dalam jumlah besar. Sebagai daerah yang panas, NTT sangat cocok untuk pengembangan garam dan paling tidak bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan garam nasional.

“Saat ini Indonesia membutuhkan 3,8 juta metrix ton garam per tahun. Jumlah itu harus diimpor dari Autralia, China dan India. Kita memiliki mimpi bahwa kita bisa menjadikan NTT daerah produksi garam dan mampu menjawab kebutuhan nasional paling tidak 1,5 juta metrix ton per tahun. Jika itu bisa kita lakukan maka NTT akan memiliki nilai dan posisi tawar yang tinggi secara nasional. Di situ NTT akan diperhitungkan karena kita berkontribusi untuk kebutuhan,” jelas Viktor.

Ia juga menyinggung soal pembangunan jalan provinsi. Bagi dia, yang dilakukan jika dipercayakan rakyat adalah bukan mencicil pekerjaan jalan tapi mencicil duit setelah jalan dikerjakan oleh pihak ketiga.

Artinya, menurut dia, pemerintah bekerja sama dengan pihak ketiga atau rekanan untuk pembangunan jalan untuk satu tahun angaran, dan  pemerintah membayar sesuai ketersediaan anggaran. Kelebihan anggaran dibayar secara cicil. Tapi pekerjaan jalan selesai dalam tahun anggaran berjalan.

Viktor juga menjelaskan, dalam menunjang pembangunan, manusia NTT harus memiliki sumber daya dan kecerdasan mumpuni lewat berbagai jenjang pendidikan. Jika pendidikannya rendah, mustahil sebuah wilayah bisa berkembang dan akan tetap berada dalam kubangan kemiskinan.

“Karena itu kita harus menyiapkan sumber daya manusia itu dengan baik. Pemerintah harus mendesain bagimana semua anak-anak NTT bisa mengenyam pendidikan secara baik dengan menyediakan perpustakaan yang dilengkapi buku-buku. Dan setiap anak diwajibkan membaca buku dua jam sehari,” kata Viktor.

Sementara itu, Cawagub Josef Nae Soi dalam orasinya mengatakan, Victory-Joss datang untuk meyakinkan rakyat NTT bahwa Victory-Joss mampu melakukan perubahan karena risih dengan predikat NTT sebagai provinsi termiskin, terbodoh dan terkorup. “Ini yang membuat kami pulang dalam spirit bangkit dan sejahtera,” katanya.

Menurut Nae Soi, Victory-Joss juga ingin meningkatkan harga diri orang NTT dengan ikut menyumbang devisa nasional melakui pengembangan sumber daya alam yang potensial seperti garam dan ternak.

“Saatnya kita harus bisa menyumbang sesuatu, biar kita bisa berdiri tegak dan angkat muka di tingkat nasional,” tegas Staf Ahli MenkumHam ini.

Karena itu, Nae Soi meminta kepada masyarakat Nagekeo untuk memberi kuasa kepada Victory-Joss pada 27 Juni 2018 agar bisa mengusir setan kemiskinan, setan kebodohan dan setan korupsi dari NTT. (tim media/jdz/bp)

Komentar ANDA?