๐‘ญ๐‘ฐ๐‘ฎ๐‘ผ๐‘น ๐‘ท๐‘ฌ๐‘ด๐‘ฐ๐‘ด๐‘ท๐‘ฐ๐‘ต ๐‘ท๐‘ฌ๐‘ป๐‘จ๐‘น๐‘ผ๐‘ต๐‘ฎ ๐‘ต๐‘ป๐‘ป

0
271

Oleh: Robert Bala

Sekitar tahun 2019, saya mendapatkan WA dari seseorang. Kepada saya diinformasikan bahwa seseorang dari tim persiapan Olimpiade Tokyo akan menelepon terkait dibutuhkannya penerjemah untuk mendampingi pelatih tinju dari Kuba.

Telepon kemudian beralih kepada seorang pria yang memeprkenalkan diri sebagai Johny. Saya kemudian mengetahui nama lengkapnya ๐‘ฉ๐’“๐’Š๐’ˆ๐’‹๐’†๐’ ๐‘ท๐’๐’. ๐‘ซ๐’“๐’”. ๐‘ฑ๐’๐’‰๐’‚๐’๐’Š๐’” ๐‘จ๐’”๐’‚๐’…๐’๐’Ž๐’‚, ๐‘บ.๐‘ฐ.๐‘ฒ., ๐‘ด.๐‘ฏ๐’–๐’Ž. yang saat itu menjadi Wakapolda NTT. Saya sangat gembira dengan tawaran menjadi penerjemah dalam bahasa Spanyol untuk pelatih tinju asal Kuba.

Meski kemudian akhirnya saya meminta teman menggantikan saya, tetapi perkenalan awal itu cukup mendalam. Seorang polisi menjadi koordinator Latihan para atlit. Minimal saya tahu bahwa pria kelahiran 8 Januari 1966 yang adalah seorang jenderal, begitu sederhana percakapannya. Saya pun kagum, di tengah kesibukannya sebagai wakapolda, ia masih menyisihkan waktu untuk bisa mempersiapkan atlit untuk olimpiade.

Pertemuan itu sudah terlalu lama. Apalagi kemudian pertemuan itu tidak terjadi. Sahabat saya yang keciptratan berkat. Ia pergi menggantikan posisi saya. ia beruntung karena sekembalinya dari Kupang, ia berkisah dengan bangga bisa berkenalan dengan sang Jenderal. Saya pun hanya ikut gembira meski tahu bahwa dengan berjalaannya waktu, pertemuan yang tidak terjadi dengan saya itu bakal hilang dengan ingatan.

Tetapi saya keliru. Saat ini sedang membangun SMA SKO San Bernardino di Lembata. Pembangunan Gedung 3 lantai (yang pada tahap pertama baru memiliki sasaran untuk lantai dasar dan dak lantai 2) membutuhkan semen yang banyak. Saya pun tanpa harapan bahwa masih diingat, saya mengirimkan WA.

Yang membuat saya terkejut, permohonan itu segera dijawab. Dengan segera WA dibalas dan terketik sumbangan 100 sak semen. Saya terdiam sambil angguk kepala dengan mengacungkan jempol tentang orang yang benar-benar eksekutor.

Tidak hanya itu. Banyak politisi yang merasa penting mempublikasikan pemberian itu tentu saja dengan tujuan politis. Tetapi kepada Irjen Pol (Purn.) Johny, dia justru tidak menanggapinya. Dia merasa tidak perlu dipublikasikan. Komunikasi kami pun akhirnya terhenti karena sang pemberi itu tidak mau berada pada bayang-bayang pemberian. Hadiah itu diberikan di satu pihak sementara pilgub itu urusan lain. Tidak boleh mencampuri keduanya.

Dari perkenalan singkat, saya langsung merasakan bahwa cara eksekusi seperti ini menandakan bahwa Johny Asadoma memenuhi kriteria pemimpin eksekutor.

Pemimpin eksekutor adalah seorang individu yang memiliki keahlian dalam melaksanakan tugas-tugas operasional dan strategis dalam sebuah organisasi atau proyek. Mereka biasanya memiliki kemampuan untuk mengatur dan memimpin tim secara efisien dalam menjalankan tugas-tugas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pemimpin eksekutor sering kali sangat terampil dalam perencanaan, pengorganisasian, delegasi tugas, dan pengawasan pelaksanaan proyek atau aktivitas yang kompleks. Mereka cenderung fokus pada implementasi dan pelaksanaan dengan efektif, serta memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dengan sukses.

Eksekutor Strategis

Pandemi telah memorakporandakan kehidupan masyarkat, termasuk di dalamnya strategi kepemimpinan. Biasanya sebelumnya kepemimpinan dianggap telah matang dan dilakukan dengan pola tertentu, maka pascapandemi, segalanya berubah. ๐‘ณ๐’†๐’Š๐’๐’˜๐’‚๐’๐’…, ๐‘ท., ๐‘ด๐’‚๐’๐’Š, ๐‘ด. ๐‘ด., ๐‘บ๐’‰๐’†๐’‘๐’‘๐’‚๐’“๐’…, ๐‘ฉ. (2021), dalam ๐‘ณ๐’†๐’‚๐’…๐’†๐’“๐’”๐’‰๐’Š๐’‘ ๐‘ท๐’‚๐’“๐’‚๐’…๐’๐’™๐’†๐’” ๐’‡๐’๐’“ ๐’•๐’‰๐’† ๐‘ท๐’๐’”๐’•-๐‘ท๐’‚๐’๐’…๐’†๐’Ž๐’Š๐’„ ๐‘ฌ๐’“๐’‚. ๐‘ฏ๐’‚๐’“๐’—๐’‚๐’“๐’… ๐‘ฉ๐’–๐’”๐’Š๐’๐’†๐’”๐’” ๐‘น๐’†๐’—๐’Š๐’†๐’˜, mengedepankan salah satu ciri pemimpin yang sangat cocok untuk diterapkan pascapandemi yakni โ€˜strategic-executor.

Pemimpin demikian memiliki dua sisi saling melengkapi. Di satu pihak, ia harus memiliki tujuan jangka panjang untuk kemajuan Perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya. Maka dari itu, pemimpin harus memiliki strategi yang baik. Pemimpin harus memikirkan tujuan-tujuan untuk dicapai perusahaan di masa depan, bahkan ditengah-tengah keadaan yang tidak pasti. Pemimpin juga menjadi penujuk arah dari tujuan tersebut.

Namun, di saat yang bersamaan, pemimpin juga harus menjadi exekutor. Pemimpin harus memiliki tujuan jangka pendek untuk megeksekusi langkah-langkah yang akan diambil. Kemampuan ini menjadi sangat penting untuk dimiliki oleh pemimpin, mengingat pekembangan teknologi menjadi semakin cepat, eksekusi yang dilakukan juga harus cepat dan tepat. Kemampuan decision making yang baik juga sangat dibutuhkan untuk melakukan eksekusi yang tepat.

Hemat saya, kualitas ini ada dalam diri seorang Johny Asadoma. Sebagai pemimpin strategis, bisa terlihat dari posisi strategis seperti menjadi Wakapolda dan kemudian Kapolda NTT. Tetapi juga ia menjadi Kepala Divisi Hubungan Internasional Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada posisi ini saya melihat peran strategis yang melekat pada Johny sebagai pemimpin.

Tidak hanya itu. Kepemimpinan strategis dengan sasaran jangka Panjang perlu dilengkapi dengan keputusan jangka pendek untuk mengeksekusi sebuah persoalan. Terbayang, di tengah tugas sebagai Wakapolda NTT dengan melaksanakan hal-hal yang telah dirancang, seseorang diharuskan untuk mengeksekusi kegiatan secepatnya terutama berkaitan dengan upaya mengharumkan nama bangsa melalui olahraga.

Secara sangat nyata, seorang pemimpin juga memiliki โ€˜firasatโ€™ untuk bisa menentukan apakah sebuah permintaan di depan mata harus ditanggapi atau tidak. Hal inilah yang dimiliki oleh Johni Asadoma. Terhadap permintaan untuk ambil bagian dalam kegiatan Pembangunan sekolah, ia tidak menanyakan lebih lanjut seperti politisi yang kadang banyak โ€˜interogasiโ€™ tetapi diakhiri dengan janji.

Hal ini berbeda dengan Johni Asadoma. Ia barangkali tidak punya โ€˜bakatโ€™ untuk berjanji tetapi sebagai mantan petinju, ia tahu apa artinya eksekusi. Seperti kemampuan bertinju, ia melayangkan jap-jap yang bisa dianggap sebagai keputusan jangka Panjang. Tetapi pada bagiannya, ia mampu mengeksekusi. Inilah tipe pemimpin strategis eksekutor yang mendapatkan contoh dalam dirin Johny Asadama. Bila ia menjadi salah satu kandidat, tentu tipe seperti ini bisa diperhitungkan dan diandalkan.

Keputusan memilih tentu pada warga NTT. Tetapi minimal orang tahu bahwa NTT sudah jenuh dengan pemimpin yang hanya wacana. Kita butuh pemimpin ekeskutor, petarung yang berani mengekskusi dan tidak sekadar wacana.

========

๐‘น๐’๐’ƒ๐’†๐’“๐’• ๐‘ฉ๐’‚๐’๐’‚. ๐‘ซ๐’Š๐’‘๐’๐’๐’Ž๐’‚ ๐‘น๐’†๐’”๐’๐’๐’–๐’”๐’Š ๐‘ฒ๐’๐’๐’‡๐’๐’Š๐’Œ ๐‘จ๐’”๐’Š๐’‚ ๐‘ท๐’‚๐’”๐’Š๐’‡๐’Š๐’Œ, ๐‘ผ๐’๐’Š๐’—๐’†๐’“๐’”๐’Š๐’…๐’‚๐’… ๐‘ช๐’๐’Ž๐’‘๐’๐’–๐’•๐’†๐’๐’”๐’† ๐’…๐’† ๐‘ด๐’‚๐’…๐’“๐’Š๐’… โ€“ ๐‘บ๐’‘๐’‚๐’๐’š๐’๐’.

Komentar ANDA?