Pemimpin Sulit Mendengar Ide Masyarakat

0
392
Foto: Melki Laka Lena foto bersama para peserta dialog dan sayemmbara "ayo bangun NTT" di Borong, Matim

NTTsatu.com – BORONG –  Pemimpin jaman sekarang memang sulit mendengarkan ide, usul saran dan pemikiran masyarakat. Mereka lebih cenderung mendengar ide orang-orang tertentu kemudian berbuat juga utuk orang-orang tertentu.

Demikian pendapat sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Manggarai Timur yang disampaikan terkait Sayembara “AYO BANGUN NTT” yang digelar Yayasan Tunas Muda Indonesia dibawah kepemimpinan Melki Laka Lena di Borong,  Manggarai Timur, Minggu, 7 Mei 2017.

Tokoh masyarakat Matim, Wifridus Jiman mengakui, sebenarnya banyak gagasan dan ide dari masyarakat dalam hal membangun daerah kabupaten dan provinsi NTT. Namun apakah pemimpin mau mendengar dan menerima masukan dari masyarakat?. Justru yang terjadi selama ini ini, pemimpin daerah hanya mau mendengar dan berbuat pada orang tertentu.

Jiman mengapresiasi pembangunan di NTT tetapi apakah NTT ini berkembang dan maju dengan yang dikatakan propinsi jagung misalnya?. Menurutnya, NTT menjadi propinsi jangun tidak cocok sebab tidak bisa disama-ratakan untuk semua daerah seperti Manggarai.

Dia memberikan apresiasi kepada Melki Laka Lena sebagai pemimpin muda NTT yang berani melakukan terobosan melalui acara ini yakni dialog dan sayembara “Ayo Bangun NTT”.

Tokoh masyarakat lainnya, Santus Lasarus yang adalah seorang pensiunan PNS dan sekarang menjadi anggota DPRD Matim mengatakan, sebagai warga NTT yang hidup penuh dengan sikap toleransi, kita harus bangga dan tetap mempertahankan dan meningkatkannya, Persoalan bangsa di tingkat nasional saat ini tidak boleh masuk ke daerah yag penuh toleransi ini.

Sementara tokoh masyarakat lainnya yang juga tokoh peras asal daerah ini, Frans Sarong juga memberikan apreasiasi kepada Melki Lala Lena sebagai figur muda yang memiliki terobosan yang patut diperhitungkan. Kegiatan Sayembara “Ayo Bangun NTT” merupakan sebuah terobosan berarti yang memang harus didukung dengan sepenuh hati.

Calon Bupati Matim ini mengatakan,  NTT ini mempunyao SDM yang luar biasa. Banyak orang NTT yang mempunyai peran di nasional bahkan menjadi orang penting dalam republik ini.

Dalam pendidikan Frans Sarong mengatakan kenapa out put mutu pendidikan orang-orang dulu sangat luar biasa?. Sebab dunia pendidikan saat ini orang lebih mementingkan hasil akhir dari pada proses awal. Karena itu dia menginginkan metode pendidikan seperti sekolah-sekolah seminari.

Foto: Melki Foto Bersama Pimpinan Seminari St Pius XII Kisol

Tokoh perempuan, Merry Rasit Mengatakan, kesetaraan gender dan keterlibatan Peran wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender. Peranan wanita dalam pembangunan adalah hak dan kewajiban yang dijalankan oleh wanita pada status atau kedudukan tertentu dalam pembangunan, baik pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan, baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat.

Menurutnya, peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender, berarti peranan wanita dalam pembangunan sesuai dengan konsep gender peran produktif, peran reproduktif dan peran sosial yang sifatnya dinamis. Dinamis dalam arti, dapat berubah atau diubah sesuai dengan perkembangan keadaan, dapat ditukarkan antara pria dengan wanita dan bisa berbeda lintas budaya.

Dalam kesempatan yang sama merry juga mengapresiasi inisiatif Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia yang sudah menyelenggarakan kegiatan seperti ini disetiap daerah.

Melki Laka Lena menyempatkan diri mengunjungi almamaternya yakni Seminari Pius XII Kisol dan bertemu Romo Risal Baeng pendidik seminari Kisol. Dia memberikan apresiasi kepada pimpinan dan guru seminari Kisol yang sudah berhasil membawa siswa seminari Kisol kembali menjadi yang terbaik di seluruh NTT. (tim)

Komentar ANDA?