13 Juli SMA/SMK Tetap Bersekolah Baik Online atau Offline

0
560
NTTsaty.com — KUPANG —  Kepastian pelaksanaan tahun ajaran baru  2020/2021 bagi SMA/SMK di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam masa Pandemi Covid-19 ini tetap akan dimulai 13 Juli 2020. Namun masih belum ada kepastian apakah secara online atau offline.

 

“Namun yang pasti akan tetap berjalan  sesuai kalender akademik yang sudah  ditetapkan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan RI yaitu pada  13 Juli mendatang. Namun apakah akan berlangsung secara offline atau online, akan diputuskan berdasarkan level atau tingkat penyebaran Virus Covid-19.” demikian penjelasan Benyamin Lola, Kadis Pendidikan Provinsi NTT di Kupang, Jumat, 6 Juni 2020.

Kondisi ini terjadi, menurut Benyamin, lantaran penyebaran  virus Covid-19 masih menunjukkan angka peningkatan dibeberapa wilayah, sedangkan beberapa wilayah sudah masuk zona hijau. Ada 12 wilayah sudah masuk level 1 yaitu zona hijau, namun 10 wilayah lain belum pasti mana level kuning, orange dan merah.  Namun sesuai keputusan gubernur berdasarkan keputusan pemerintah pusat bahwa 15 Juni mendatang akan dimulai aktivitas dengan sistem  New Normal. Dengan aturan khusus bagi wilayah hijau sudah dimulai sebelum 15 Juni, sedangkan wilayah zona merah menunggu sampai 15 Juni.

“Menurut penetapan Tim Gugus Tugas NTT,  ada 4 level  penentuan penyebaran Virus Covid-19  yaitu level 1 : hijau, level 2 : kuning, level 3 : orange dan level 4 : merah. Untuk pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021, pemerintah pusat sudah beri keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan memilih, apakah pembelajaran dilakukan  secara online atau offline  dan kapan akan dimulainya. Apakah  dimulai pada 13 Juli,  atau 1 minggu  sebelum atau sesudah 13 Juli.” tandasnya.

Tapi Benyamin menambahkan bahwa untuk wilayah provinsi NTT dirinya  sebagai salah satu Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat provinsi NTT  belum lakukan koordinasi intensif  dengan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk mendapatkan status level penularan virus untuk setiap  kabupaten kota.

Benyamin menjanjikan bahwa pihaknya akan lakukan koordinasi dan diskusi  dengan Gugus Tugas NTT. “Apakah level kuning  sudah dapat lakukan belajar offline.  Kalau menurut saya wilayah dengan level.kuning  sudah bisa tapi dengan perlakuan terbatas.

Tatap muka dilakukan secara terbatas pada jumlah orang dan dengan durasi pendek, serta tetap menerapkan protokol kesehatan dan protokol  pendidikan. Itu untuk level kuning kalau di setujui usulan tapi kalau tidak maka level kuning,  orange dan merah masih belajar online.

Sedangkan terkait  persiapan PPDB 2020/2021, menurut Benyamin  junkisnya tinggal ditandatangani sambil menunggu SK Penetapan Gubernur terkait daya tampung sekolah.

“Jika SK sudah ditetapkan,  maka.saya bisa tandatangani  juknis dan segera  disosialisasikan. Namun PPSDB Online tetap akan  dimulai pada 15 Juni 2020 pada saat masuk New Normal.”  jelasnya. (*/bp)

Komentar ANDA?