13 Siswa SKO Dirawat Karena Keracunan Makanan

0
115
Foto: Kepala SKO Kupang, Lambert Hurek

KUPANG. NTTsatu.com – Sebanyak 37 Siswa Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO), Rabu, 31 Agustus 2016 pagi keracunan makanan. Mereka dilarikan ke RS Leona Kupang untuk mendapatkan perawatan, Hingga hari ini, 13 diantaranya harus rawat nginap di RS tersebut.

Kepala SKO Kupang, Lambert Hurek yang dihubungi NTTsatu.com melalui telepon selulernya, Kamis, 01 September 2016 membenarkan kejadian yang sempat membuatnya pusing itu.

Dijelaskannya, ketika makan pagi, anak-anak asrama itu makan pagi seperti biasanya dengan menu lauk telur  rebus. Usai makan pagi mereka semua mual-mual, muntah dan diare.

“Saya cek mereka,  ternyata telur itu kemungkinan sudah lama sehingga saat mereka makan putihnya itu tidak apa-apa, tetapi kuning telurnya sudah bau. Itulah kelalaian catring yang menyiapkan makanan untuk anak-anak itu,” katanya.

Dia bergerak cepat untuk membeli obat sakit perut sehingga banyak yang bisa tertolong. Namun 37 siswa lainnya memang mengalami diare dan mual berkepanjangan sehingga terpaksa dilarikan ke RS Leona di Oebufu.

“Setelah mendapatkan perawatan, 24 siswa itu hanya mendapatkan rawat jalan sedangkan 13 lainnya harus opname sejak kemarin dan sampai saat ini masih dirawat di RS Leona,” katanya.

Terkait makanan yang kemugkinan tidak higienis yang disiapkan catring,  Lambert menjelaskan, makanan untuk anak-anak asrama SKO Kupang itu disiapkan oleh Catring milik Demus Salean sebagai pemenang tender, Demus ini memiliki jasa catering yang melayani makanan di sejumlah tempat seperti di LP Penfui dan beberapa tempat lainnya.

“Kemungkinan anak buahnya lalai saat menyiapkan telur itu. Karena itu, kita sudah memberikan peringatan pertama dan terakhir kali, jika kejadian ini terulang lagi, maka dia akan diberhentikan sebagai penyedia makanan bagi anak-anak asrama SKO,” katanya.

Lamber juga mengakui, kemarin pihak Dinas Kesehatan sudah langsung turun lokasi bersama BPOM Kupang untuk mengambil sampel dan melakukan penelitian guna mengetahui penyeba kejadian itu.

Demus Salean elum berhasil dihubungi. Beberapa kali di telepon ke nomor handphonenya, tidak aktif. (bp)

Komentar ANDA?