14 Orang Berstatus OTG Tolak Ikut Rapid Test

0
335

NTTsatu.com — NAGEKEO — Sebanyak 14 orang yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak ikut rapid test.

Demikian disampaikan Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, kepada awak media melalui presrilisnya yang tertuang dalam WhatsApp (WA) group Humas Pemda Nagekeo bersama media, Selasa (23/6) malam.

Silvester menjelaskan, ke 14 orang yang berstatus OTG tersebut yakni warga asal Kecamatan Aesesa yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien 02 dan 03 Covid-19.

“14 OTG tersebut mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 yakni pasien 02 dan 03,”ungkapnya.

Silvester mengatakan, saat ini di Kabupaten Nagekeo terdapat dua warga yang reaktif rapid test dan sedang dirawat di Puskesmas Danga.

“Satu orang OTG yang punya kontak erat terkonfirmasi dengan pasien 03 dari wilayah Desa Maropokot dan saat ini sudah menjalani karantina di Puskesmas Danga sejak tanggal 12 Juni. Dan satu lagi pasien reaktif rapid test hasil scrining yakni, seorang ibu post SC (Setelah Operasi Cesar),” paparnya.

Silvester menambahkan, di wilayah Kecamatan Nangaroro ada 7 orang yang berstatus OTG tersebut hasil kontak erat dengan pasien 03 Covid-19. Ke 7 orang yang berstatus OTG itu sudah ikut rapid test dengan hasil 4 orang non reaktif dan 3 orang reaktif.

Terhadap yang reaktif, lanjut Silvester , sudah dilakukan swab pertama dengan hasil negatif. Sekarang sedang persiapan swabnya, dan siap dikirim ke Kupang-NTT bersamaan dengan swab evaluasi untuk 3 orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih karantina di ruang isolasi pada RSD Aeramo.

Silvester meminta kepada 14 orang yang berstatus OTG yang tolak mengikuti rapid test agar menuruti permintaan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar segera melakukan rapid test.

“Tujuannya agar yang bersangkutan cepat memperoleh kepastian dan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini ditengah masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Silvester disisilain juga pelaku perjalanan terus meningkat. Selama penerapan new normal yang dimulai sejak 15 Juni 2020, jumlah warga yang datang dari zona merah ke wilayah Nagekeo terus meningkat.

“Hari ini ada tambahan 22 orang P2T2,” tuturnya.

Dari 22 orang P2T2 tersebut, kata dia terdapat 10 orang datang dari Kupang dengan tujuan Boawae 5 orang dan Mauponggo 4 orang serta Aeramo 1 orang. Lalu 1 orang datang dari Sumba Barat Daya dan 3 orang lagi dari Bali dengan tujuan Boawae.

Selain itu juga, lanjut Silvester, ada I orsng lagi yang datang dari Surabaya dengan tujuan Mauponggo. Dan 6 orang pekerja pada PLN Nagekeo yang datang dari Kediri tujuan ke Danga.

“Kita semua tentu berharap agar saudara kita yang saat ini sedang menjalani masa karantina sesuai protokol Kesehatan Covid-19, benar-benar lekas pulih dan bebas dari ancaman penyakit Covid-19,” pangkasnya. (Atty Tim).

======  Foto: Juru bicara Satgas Covid-19 , tingkat Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, saat menyampaikan kepada awak media

Komentar ANDA?