19 Kabupaten dan Kota di NTT Dilanda Kekeringan

0
146

KUPANG. NTTsatu.com – Sebanyak 19 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan dilanda kekeringan akibatnya ketersediaan air baku terbatas dan lahan pertanian masyarakat mengalami kekeringan.

“Sudah ada laporan kekeringan dari 19 kabupaten/kota di NTT,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus yang dihubungi di Kupang, Selasa, 28 Juli 2015.

Menurut dia, kekeringan yang melanda wilayah NTT merupakan dampak dari Badai El Nino, sehingga debit air baku mengalami penurunan yang signifikan hingga 50 persen. Bahkan sejumlah embung milik masyarakat sudah mengalami kekeringan, sehingga kesulitan air bersih mulai dirasakan masyarakat.

Namun, dia mengaku bencana kekeringan yang melanda NTT belum mencapai puncaknya pada Oktober 2015 mendatang. “Puncak kekeringan di NTT baru terjadi pada Oktober 2015 mendatang, namun sekarang banyak embung (waduk) yang sudah kering,” katanya.

Untuk mengatasi masalah ini, katanya, pihaknya akan memberikan bantuan berupa pembangunan sumur bor di sejumlah daerah kekeringan. Diharapkan sumur bor ini bisa mengatasi masalah kekeringan di NTT.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sabu Raijua Lay Rohi mengatakan untuk mengatasi bencana kekeringan pihaknya akan membangun sebanyak 100 embung dengan kapasitas tiga ribu meter kubik, serta dua embung besar dengan kapasitas 450 ribu meter kubik. “Tahun ini, kami bangun sebanyak 7 embung besar dan 100 embung kecil,” katanya.

Salah satu embung yang masih difungsikan hingga saat ini yakni embung Guriola yang menampung 450 ribu meter kubi air baku yang melayani kebutuhan air bersih warga dan lahan pertanian, seperti sawah dan tanaman holtikultura. “Masalah air di Sabu sudah bisa teratasi dengan adanya embung tersebut,” katanya. (iki)

=========

Foto: Embung Furiola di desa Rae Nyale, Kecamatan Sabut Tiur, Kabupaten Sabu Raijua

Komentar ANDA?