285 Anak Paroki Oeleta Terima Sakramen Krisma

0
200
Foto: Mgr. Petrus Turan, Uskup Agung Kupang foto bersama anak-anak usai memberikan sakraman Krisma di Paroki St. Gregorius Agung, Oeleta, Kupang, Minggu, 12 November 2017

NTTsatu.com – KUPANG – Sebanyak 285 anak-anak di Paroki St. Gegorius Agung Oeleta, Kupang, Minggu, 12 November 2017 menerima sakraman krisma dari Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Petrus Turang.

Pastor Paroki Oeleta, Rd Kristo  Muda yang dihubungi membenarkan, Mgr. Petrus Turang Uskup Agung Kupang, berkenan  memberikan sakramen Krisma kepada 285 anak-anak dalam wilayah paroki yang dipimpinnya dalam perayaan misa agung di Paroki ini, Minggu, 12 November 2017.

Untuk dketahui, Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga  Sakramen inisiasi Kristen yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi.

Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17 “Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus”.

Selanjutnya dalam Kis 19:5-6 “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat”. Dari kedua kutipan ini jelas bahwa Sakramen Krisma membutuhkan penumpangan tangan untuk mengundang Roh Kudus.

Didalam sakramen Krisma, kita menerima “Kepenuhan Roh Kudus” sehingga kita dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja. bandingkan dengan para rasul yang menerima Roh Kudus saat Pantekosta, sebelum peristiwa Pantekosta mereka sudah menerima Roh Kudus (lihat Yoh 20:22) tetapi mereka baru ‘aktif’ sesudah Pantekosta.

Demikian juga  halnya dengan kita karena sebenarnya Roh Kuduspun sudah kita terima saat Permandian, yaitu Roh yang menjadikan kita Anak-Anak Allah, dan yang membersihkan kita dari Dosa Asal (lebih Jelasnya lihat tentang Sakramen Babtis).

Itulah disebutkan bahwa Sakramen Babtis adalah Sakramen Paskah dan Sakramen Krisma adalah Sakramen Pantekosta.

Dalam Sakramen Krisma juga ada Pengurapan dengan minyak Krisma yang berarti kita yang sudah menerima Krisma Dikuduskan, Dikhususkan, dan menerima Kuasa untuk melakukan tugas perutusan kita sebagai umat beriman (bdk 1 Samuel 10:1;1Samuel 16:13;  1 Raj 1:39).

Dengan menerima Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus yang merupakan meterai, Tanda bahwa kita ini milik Allah. (*/bp)

Foto: Mgr. Petrus Turan, Uskup Agung Kupang foto bersama-sama anak-anak usai memberikan sakraman Krisma di Paroki St. Gregorius Agung, Oeleta, Kupang, Minggu, 12 November 2017

Komentar ANDA?